Trauma Membayangi Bocah SDIT Al-Hidayah Sumenep

Terbit: 7 Agustus 2025 | 04:21 WIB

SUMENEP, Madura Expose — Seorang siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Hidayah Sumenep diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Selasa, 5 Agustus 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban, yang diidentifikasi dengan inisial Y, masih duduk di bangku kelas tiga. Pelaku perundungan diduga adalah teman sekelasnya sendiri, berinisial H. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka memar di pipi kiri dan kini mengalami trauma.

Orang tua korban, Debri, segera membawa anaknya ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk mendapatkan penanganan medis dan visum.

“Setelah saya visum, ditemukan memar di bagian pipinya. Anak saya sampai trauma atau merasa takut yang mau masuk ke sekolahnya lagi,” tutur Debri kepada TribunMadura.com, Rabu (6/8/2025).

Orang Tua Korban Kecewa Sikap Sekolah

Debri menyatakan keheranannya atas minimnya respons dari pihak sekolah. Menurutnya, sekolah yang beralamat di Jl. Siwalan, Desa Pangarangan, seharusnya mengambil tindakan tegas dan memanggil pelaku beserta orang tuanya segera setelah kejadian.

“Pihak sekolah ini gimana, kok tidak ada tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan bullying terhadap anak saya. Seharusnya, pelakunya itu dipanggil begitu juga dengan orang tuanya,” ungkapnya dengan nada kesal.

Ia menambahkan, sejak kejadian perundungan tersebut, belum ada iktikad baik dari pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah ini.

Pihak Sekolah Membantah Membiarkan Kasus

Secara terpisah, Kepala SDIT Al Hidayah Sumenep, Ustadz Afif, membantah tuduhan bahwa kasus bullying tersebut dibiarkan. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah memiliki prosedur penanganan tersendiri.

“Kami dari pihak sekolah melaksanakan (penanganan) sesuai prosedur yang berlaku di sekolah,” jelasnya.

Afif juga menyebut bahwa pihak sekolah bersama orang tua pelaku telah berupaya mengunjungi kediaman korban untuk bersilaturahmi, menanyakan kondisi, sekaligus meminta maaf. Namun, mereka belum berhasil bertemu dengan keluarga korban.

“Insyaallah pihak sekolah akan kembali bersilaturahmi,” terang Afif, menunjukkan komitmen sekolah untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

 

[dbs/trb/ahi/gmn/tim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *