Sumenep (MaduraExpose.com)- Akses transportasi di jalan utama Kecamatan Ganding yang sering tampak semraut mendapat perhatian serius dari aktivisi Forum Masyarakat Ganding (FMG) dengan menggelar audiensi dengan pihak Camat dan seluruh pihak terkait seperti Satpol PP, Dishub. Namun sayang, hanya Satpol PP yang hadir diacara yang sengaja digelar di Aula Kecamatan Ganding, Sumenep, Kamis (1/09/2019).

“Harusnya dari pihak Dishub juga hadir karena masalah yang kita bahas berkaitan dengan kenyamanan transportasi, ” demikian Fajar SantosoKabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sumenep, didepan peserta audiensi.

Sementara Faruk Hanafi memilih “kabur” sebelum pembahasan selesai dengan alasan ada acara di Sumenep. Sebagai gantinya, Sekcam Ganding terpaksa yang banyak berbicara dalam merespon masukan dari aktivis FMG. Namun sayang, ketika pihak Kecamatan mengusulkan agar senin depan dilakukan turba bersama, pihak FMG memilih menolak karena hal tersebut domainnya abdi negara yang paling bertanggung jawab.

“Kami menolak melakukan turba bersma melihat titik-titik yang dianggap menjadi pemicu kemacetan. Dan kami meminta, jangan ada yang coba-coba membenturkan GMG dengan para PKL,” demikian salah satu aktivis FMG. (red)

HotNews:  Aktivis Malari 74: Reformasi Jilid 2 Mulai Terlihat