Pengangkatan Kepala Dishub Sumenep Mengundang Gaduh Loyalis Bupati

Terbit: 31 Juli 2019 | 20:41 WIB

Sumenep (MaduraExpose) —Pemerintah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Bupati Busyro Karim melantik tujuh Kepala OPD, pada hari senin (29/7) lalu, setelah selesai Apel pagi dan melantik 7 kepala OPD mendapat Protes kritikan tajam dari masyarakat sumenep.

Pengangkatan Kepala Dinas Pehubungan Kabupaten Sumenep mendapat sorotan tajam dari masyarakat sumenep yang dikabarkan pengangkatan kepala dinas perhubungan Agustiono dari hasil seleksi PTP (Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama) mendapat protes dan kritikan tajam dari Subiyakto.

Dan pernyataan itu ditulis di status facebooknya beberapa menit setelah pelantikan Agustiyono jadi kepala dishub kabupaten sumenep.

“Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep yang baru terlibat korupsi, pasti bayar Pembebasan Tanah yang melibatkan Kadis lama Sustono yang sekarang menjabat sebagai Sekwan DPRD Sumenep ia adalah salah satu otak  Pelakunya adalah Kabid Sarpras yang sekarang baru dilantik menjadi Kadishub ini sangat mengecewakan  masyarakat sumenep.

Jika seorang koroptor diloloskan menjadi kepala dinas perhubungan dampaknya sangat besar akan ada unjuk rasa besar-besaran menolak Kadishub yang baru dilantik”, tulis Subiyakto di status facebooknya.

Pada saat dikonfirmasi melalui telepon subiyakto membenarkan isi status facebooknya, bahkan dirinya mengaku sedang ada di kantor Dishub sumenep untuk menemui Agustiono, Subiyakto merasa kecewa atas pelantikan Agustiono sebagai kadishub sumenep Dan Subiyakto menyebut agus bayar untuk menjadi kadishub”, Saya kecewa karena agus sudah terlapor kasus tindak pidana pembebasan lahan bandara, Kan otak pelakunya Agus, Kalau nggak bayar kan nggak mungkin, Yang lebih senior kan ada”, ucapnya melalui via telepon.

Pada saat Agustiono di telepon oleh mata madura, ia bersedia untuk menjelaskan “di darat saja mas, saya tunggu di kantor”, katanya.

Abd majid saat dikonfirmasi oleh mata madura mempersilahkan untuk melapor dan kalau ada bukti silahkan melapor jawab majid.

Ainur sebagai loyalis Bupati mengaku bahwa “dengan ini saya sangat kecewa pada mata madura atas pemberitaanya, ini kan pencemaran nama baik bupati”, ungkapnya saat ditemui investigasi.today semalam (30/7) kemarin.

“Saya akan laporkan Mata Madura news ke Polres Sumenep atas pemberitaan yang telah tayang di mata madura tgl (29/7) ini kan pencemaran nama baik Bupati”, ungkap Ainur.

Sedangkan Direktur Mata Madura Hambali Rasidi dengan santai mengatakan pada Media Investigasi.today saat ditemui di ruang kerjanya, “silahkan laporkan  saya tunggu, kan saya menulis sesuai dengan apa yang sudah di tulis di facebook pribadinya Subiyakto”, ungkapnya. (Fat).

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *