Tragedi Maut Bandara Trunojoyo Sumenep, Siapa Yang Salah?

0
989

Sumenep (MaduraExpose.com)- Tewasnya Harisyondi (21) seorang pilot asal Waru, Sidoarjo dalam latihannya dengan menggunakan pesawat milik PT. Merpati Pilot School (MPS) di Bandara Trunojoyo Sumenep menutup cita-citanya menjadi penerbang pesawat terbang untuk selamanya. Maut telah menjemputnya di areal persawahan Desa Marengan Daya, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (19/9/2014).

Ironisnya, pilot pesawat latihan ini dibiarkan terbang sendirian lepas landas tanpa pengawasan pelatih ahli.

Kepala Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Sumenep, Dwi Aryanto, kepada awak media mengakui penerbangan solo tanpa pendampingan dari pihak penerbang pelatih.

Apakah ada unsur kelalaian dari pihak penanggung jawab ataukah ada alasan lain atas penerbangan solo yang menewaskan Haris Yondi setelah sebelumnya, pesawat yang di tungganginya itu jatuh dan berkeping-keping disela jarak satu kilometer dari Bandara Trunojoyo yang konon hendak dijadikan bandara komersial.

Dikabarkan sebelumnya, pesawat berwarna putih dengan kombinasi biru langit itu jatuh di sebuah persawahan Desa Marengan Daya, Kecamatan Kalianget, Sumenep sekitar pukul 14.00 WIB. Pesawat jenis PK-MSN hancur berkeping-keping dan pengemudinya tewas tak terselamatkan.

Kapolres Sumenep beserta jajarannya ‘terbang’ ke TKP dan langsung melakukan memerintahkan anggota agar dipasang police line.
“Supaya warga tidak mendekat kelokasi, sudah kami pasang garis polisi di TKP” tegas Kapolres Sumenep AKBP Marjoko di TKP tempat bangkai kapal tersungkur, Jumat (19/9/2014).

(Redaksi)