
JAKARTA — Keselamatan jiwa warga negara kembali dipertaruhkan oleh buruknya infrastruktur dasar. Peristiwa memilukan seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan di Desa Kopeang, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (24/3/2026), menjadi potret kelam kesenjangan akses kesehatan di Indonesia. Jalan rusak dan bergelombang yang hanya bisa dilalui kendaraan off-road seperti Hardtop atau motor trail terbukti telah merampas hak dasar warga atas layanan medis darurat.
Merespons tragedi tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa persoalan jalan rusak di daerah terpencil tidak boleh lagi dipandang sekadar masalah fisik bangunan. Menurutnya, infrastruktur adalah penentu antara keselamatan dan kehilangan nyawa.
Baca Juga: Proyeksi 2027: Bappeda Sumenep Saring 771 ‘Mimpi’ Rakyat
Jalan Rusak: ‘Algojo’ Tersembunyi Bagi Ibu Hamil
“Jalan rusak bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi bisa menjadi penentu antara hidup dan mati. Ketika akses menuju layanan kesehatan terhambat, masyarakat berada dalam risiko besar,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Ninik di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, peristiwa di Mamuju adalah bukti nyata masih adanya diskriminasi akses kesehatan bagi warga di pelosok. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk berhenti saling lempar tanggung jawab dan segera mengintegrasikan pembangunan jalan dengan sistem pelayanan kesehatan dasar.
Mandat Negara: Keadilan Akses Kesehatan
Sebagai Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Ninik menekankan bahwa akses kesehatan adalah hak konstitusional. Ia mendorong penguatan layanan di tingkat paling dasar, yakni optimalisasi Puskesmas, Posyandu, hingga penyediaan ambulans desa yang tangguh di segala medan untuk menjangkau wilayah terpencil.
Baca Juga: “Parlemen Garuda” Mengamuk di X: Antara Fakta Taktik dan Nyinyiran Politik
“Tidak boleh ada warga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan hanya karena jalan yang rusak. Ini adalah tanggung jawab negara untuk memastikan keadilan bagi seluruh rakyat,” tegasnya. Komitmen PKB, lanjut Ninik, akan terus difokuskan pada pengawalan anggaran yang lebih berpihak pada wilayah tertinggal agar transformasi pembangunan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di perkotaan.
Secara teori administrasi publik, ketersediaan infrastruktur jalan merupakan variabel penentu dalam Response Time (waktu tanggap) medis. Kegagalan menyediakan akses yang layak sama saja dengan kegagalan negara dalam menjamin hak hidup warga negaranya.



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)