
Di sudut timur Pulau Madura, sebuah ancaman kesehatan yang dianggap usang kini bangkit kembali. Wabah campak yang mengerikan tengah menyebar di Kabupaten Sumenep, mengingatkan kita bahwa penyakit kuno tidak pernah benar-benar mati jika kekebalan komunal tak lagi terjaga.
Data yang ada ibarat lonceng kematian: per 24 Agustus 2025, tercatat 2.139 kasus suspek, 205 terkonfirmasi positif, dan yang paling memilukan, 17 kasus kematian yang sebagian besar adalah balita. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan narasi pilu tentang kerentanan yang fatal.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, akan turun langsung ke Sumenep, mengakui bahwa tragedi ini adalah cerminan dari kegagalan sistem. “Sama seperti outbreak polio kemarin,” katanya, “itu karena waktu COVID, imunisasinya terganggu sehingga polionya outbreak.”
Pernyataan ini secara telanjang memaparkan konsekuensi dari celah dalam program imunisasi. Kelompok anak-anak yang terlewatkan dari jadwal vaksinasi rutin kini menjadi populasi rentan yang siap diserang oleh virus yang sangat menular ini.
Perang Melawan Ketidakpedulian dan Hoaks
Respons pemerintah kini berfokus pada akselerasi imunisasi melalui Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar anak usia 9 bulan hingga 6 tahun. Tim Kemenkes, bersama Dinas Kesehatan Sumenep dan Jawa Timur, telah bergerak cepat dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk melacak mata rantai penularan. Namun, upaya ini hanya akan efektif jika ada komitmen penuh dari semua pihak.
Tragedi ini juga menjadi pengingat keras akan bahaya lain: epidemi hoaks. Di era digital, informasi yang menyesatkan tentang imunisasi berpotensi memicu keragu-raguan orang tua dan memperburuk kondisi. Kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti bayi dan anak dengan malnutrisi, menjadi garda terdepan dalam pertempuran melawan virus ini.
Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti campak tidak seharusnya ada. Kita kini dihadapkan pada tugas mendesak untuk membangun kembali imunitas kolektif yang sempat runtuh. Ini bukan hanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial. Jika kita gagal, Sumenep bisa menjadi preseden mengerikan bagi daerah lain yang mengalami nasib serupa. [dbs/gim]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)


![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)