Tongkang Muatan CPO Bocor di Perairan Giliyang Sumenep, 5 Awak Nyaris Tenggelam

Terbit: 23 Januari 2026 | 00:08 WIB

MaduraExpose.com – Detik-detik menegangkan menyelimuti perairan Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (22/1/2026) pagi. Sebuah kapal tongkang TK. Indo Ocean Marine yang mengangkut ribuan ton Crude Palm Oil (CPO) dilaporkan mengalami kebocoran parah dan nyaris tenggelam.

Lima orang awak kapal, termasuk satu personel kepolisian yang bertugas sebagai pengawal, sempat terjebak di atas tongkang yang mulai kemasukan air sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang dramatis.

Insiden bermula sekitar pukul 06.00 WIB. Tongkang yang sedang dalam perjalanan dari Kalimantan Selatan menuju Gresik, Jawa Timur, tersebut tiba-tiba kandas dan mengalami kebocoran di titik sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Giliyang.

“Alhamdulillah, kelima awak berhasil dievakuasi dengan selamat. Kami bersama tim SAR gabungan terus memantau kondisi perairan agar proses evakuasi berjalan aman dan lancar,” ujar Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto melalui PLT Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti, S.H., dalam keterangan resminya.

Situasi sempat mencekam saat air laut mulai masuk ke badan kapal. Sambil menunggu bantuan tim SAR, para awak diminta tetap tenang di atas tongkang. Barulah pada pukul 06.35 WIB, aksi heroik warga setempat (Potensi SAR) yang dipimpin Sekdes Banraas, H. Kahor, berhasil menjemput para korban menggunakan kapal nelayan.

Kelima awak yang berhasil diselamatkan adalah Jumanto (Bosun), Wibowo Ari Murdiyanto (Kelasi), Dwi Karunianto (Kelasi), Sudriman (Kelasi), dan Briptu Ribut Prasetyo (Polri/Pengawal).

“Evakuasi ini menunjukkan sinergi luar biasa antara masyarakat, Polairud, dan Basarnas. Setiap detik sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa,” tambah Kompol Widiarti.

Meski seluruh awak telah dievakuasi ke daratan untuk pemulihan fisik, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Sumenep, Satpolairud Polres Sumenep, Ditpolairud Polda Jatim, dan Polsek Dungkek tetap disiagakan di lokasi.

Tim menggunakan Rescue Boat Basarnas (RBB) untuk terus memantau kondisi cuaca dan stabilitas tongkang yang masih kandas di perairan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan pencemaran laut akibat muatan CPO jika kondisi kapal memburuk.

Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dalam pengawasan ketat. Insiden ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan ekstra saat melintasi jalur perairan Sumenep yang dikenal memiliki karakteristik cuaca yang cepat berubah. [Tim/Red]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *