Tokoh Muda NU: Saut Melakukan Kejahatan Serius atas Pancasila

Terbit: 7 Mei 2016 | 01:00 WIB

MADURA EXPOSE, KEBUMEN – Ketua Umum Kiai Muda Indonesia, Gus Wahyu NH Aly menilai ketua KPK Thony Saut Situmorang telah melakukan kejahatan serius atas Pancasila dan UUD 1945. Menurutnya, Saut telah melakukan sikap propaganda berbahaya atas negara yang sangat serius.

“Disesalkan, itu kejahatan luar biasa. Itu kejahatan yang bukan saja merongrong nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang, namun juga bentuk pernyataan propaganda yang sangat berbahaya,” ujarnya dalam kajian Al-Hikam di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (06/05).

Pada kesempatan tersebut, Gus Wahyu menilai, Saut secara tersirat telah menghina NU, Muhammadiah, dan sejumlah lembaga negara dan lembaga sosial. Menurutnya, pemimpin NU banyak yang dari HMI, Muhammadiah juga demikian, termasuk di MUI.

“Ini kejahatan terhadap NU dan negara ini. Sekali lagi, ini kejahatan serius,” pungkas cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini.

Sebelumnya, di salah satu stasiun televisi swasta, Thony Saut Situmorang mengeleuarkan pernyataan apabila organisasi mahasiswa Islam terbesar dan tertua di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai tempat melahirkan koruptor.

Dalam sejarahnya, HMI didirikan oleh Lafran Pane pada 05 Februari 1947. Organisasi ini telah melahirkan sejumlah tokoh politik, tokoh agama, dan tokoh akademisi. Diantaranya KH. Hasyim Muzadi (Tokoh NU), Din Syamsudin (Tokoh Muhammadiah), dan Jusuf Kalla (Wakil Presiden).

[Septika Diananda]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

    Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

    Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

    Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *