Tokoh Buddha Madura Kecam Kekerasan terhadap Rohingya

Terbit: 21 Juni 2015 | 04:34 WIB

Tokoh Buddha dari Madura Kosala Mahinda mengecam kekerasan serta pengusiran etnis Rohingya dari Myanmar karena tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan ajaran agama Budhha.

“Ajaran Buddha itu welas asih, saling menyayangi dan saling mencintai antarsesama,” kata Kosala Mahinda dalam wawancara  telepon dengan Antara di Pamekasan, Kamis pagi.

Kasus yang terjadi di Myanmar seharusnya tidak perlu terjadi, katanya.

“Kami berharap konflik di Myanmar itu bisa segera teratasi. PBB harus segera bertindak menyelesaikan persoalan tersebut, karena jika dibiarkan, akan mengancam kerukunan umat beragama di seluruh dunia ini,” kata Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ini.

Kosala menuturkan, kerukunan umat beragama di Indonesia, terjalin dengan harmonis dan saling menghormati perbedaan keyakinan dalam beragama, termasuk di Pamekasan, Madura.

Kosala Mahinda adalah orang yang mendapatkan perhargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai  tokoh yang mampu mempelopori kerukunan hidup umat beragama dengan menjadikan kelenteng tempat ibadah Buddha itu sebagai kelenteng terunik se-dunia.

“Kami bisa hidup akur, karena kami saling menghayati dan mengamalkan ajaran kami masing-masing, bahwa semua bentuk kekerasan dan permusuhan merupakan tindakan terlarang dalam ajaran agama manapun,” katanya.

(IRIB/Antara/PH)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *