Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Ajm-aliansi jurnalis madura

Sumenep,Madura Expose – Sebanyak 2 SST (Satuan Setingkat Pleton) dari TNI Kodim 0827/Sumenep mengikuti apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Mantap Brata Semeru 2018”, dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 yang bertempatan di lapangan Mapolres Sumenep Jl. Urip Sumoharjo No.35 Desa Pabean Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.

Komandan Kodim 0827 Letkol Inf. Ato Sudiatna turut hadir juga pada kegiatan apel gabungan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019. Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat tersebut dengan mengambil tema “Melalui gelar pasukan operasi Mantap Brata Semeru 2018 kita tingkatkan sinergi Polri dengan Instansi terkait dalam rangka mewujudkan Kamdagri yang kondusif”. Rabu, (19/9/2018).

Pimpinan apel dijabat oleh AKBP Fadillah Zulkarnain S.Ik, SH selaku Kapolres Sumenep, pejabat Komandan apel oleh AKP Abd Mukit, SH jabatan sehari-hari Kasat Sabhara Polres Sumenep sedangkan pejabat Perwira apel yaitu Kompol Abdul Mukti (Kabagops Polres Sumenep).

Susunan urutan peserta apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Mantap Brata Semeru 2018”, antaralain; 1 SST Kelompok Perwira, 2 SST TNI dari Kodim 0827/Sumenep, 1 SSK Polres Sumenep, 1 SST Personil Satpol PP, 1 SST Dishub, 1 SST Senkom, 1 SST Linmas dan 1 Unit Korsik dari Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 08.05 WIB, dihadiri diantaranya oleh Kapolres Sumenep, AKBP Fadillah Zulkarnain S.Ik, SH., Komandan Kodim 0827 / Sumenep Kol Inf. Ato Sudiatna, Seluruh OPD Kabupaten Sumenep, Seluruh Ketua Partai, Kasat Pol PP, H. Fajar Rahman dan Perwakilan Bakesbangpol, H. Muh. Su’udi.

Pada amanat pimpinan apel yang disampaikan oleh Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnain menyampaikan, marilah kita mengucapakn puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunianya, pada pagi hari ini kita dapat hadir dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata 2018 dalam rangka pengamanan pemilu tahun 2019.

HotNews:  Serda M Supriyadi Komsos di Desa Galis Giligenting

Apel gelar pasukan ini diselenggarakan di seluruh jajaran dengan tujuan untuk mengecek kesiapan personil, sarana dan prasarana sebelum di terjunkan untuk melaksanakan pengamanan, dengan demikian Pemilu tahun 2019 nantinya dapat terselenggara dengan aman, lancar, dan damai.

“Pemolisian di era demokrasi bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan publik selaku pemegang kekuasaan tertinggi negara, hal tersebut diwujudkan antara lain dengan penegakan supremasi hukum penghormatan terhadap nilai-nilai HAM dan meningkatakn kualitas pelayanan publik,” terang Kapolres dalam membacakan amanat.

Selain itu, pemolisian di era demokrasi juga diwujudkan dengan adanya jaminan keamanan dalam penyelenggaraan berbagai agenda demokrasi seperti penyampaian pendapat di muka umum kemerdekaan berserikat dan berkumpul serta jaminan keamanan dalam penyelenggaraan pemilihan langsung oleh publik guna memilih Kepala Daerah, Anggota Legeslatif serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, “imbuhnya”.

Pemilihan Umum dapat dikatakan sebagai penanda utama demokrasi, karena masyarakat diajak untuk ikut serta menentukan pemimpinya pada periode mendatang, dalam kaitan tersebut bangsa indonesia akan kembali menyelenggarakan pesta demokrasi pemilu tahun 2019 yang tahapannya telah berlangsung saat ini.

Pemilu tahun 2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan secara serentak dengan ambang batas parlemen sebesar 4%. Kondisi ini akan menuntut kepada adanya upaya maksimal dari masing-masing partai politik dalam berkompetisi secara ketat untuk meraih suara sebanyak-banyaknya tidak hanya untuk memenangkan Pileg dan Pillpres namun juga agar bisa tetap bertahan, “sambung Kapolres”.

Dalam kacamata Kamtibnas peningkatkan intensitas kegiatan politik ini tentunya dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang kamanan, diantaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan Bangsa, serta penyebaran hoax dan hate speech, yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

HotNews:  Babinsa Koramil 0827/21 Ra`as Melaksanakan Anjangsana Bersama Warga Binaan

Untuk itu, Polri dibantu dengan unsur TNI dan stakeholder terkait lainnya akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Mantap Brata 2018” yang dilaksanakan selama 367 hari terhitung mulai tanggal 20 september 2018 sampai dengan 21 oktober 2019 di seluruh wilayah indonesia dengan melibatkan 272.886 personel Polri.

Operasi ini diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitasi melalui penggelaran fungsi fungsi kepolisian dalam bentuk Satuan Tugas Tingkat Pusat, tingkat daerah dan tingkat Porest.

Dalam kesempatan ini selaju Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali saya tekankan bahwa Polri berkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan pemilu tahun 2019 agar dapat berjalan dengan aman lancar dan damai.

“Berbagai potensi kerawanan telah dipetakan untuk dilakukan upaya penanganan secara profesional dan. berkelanjutan, selain itu keberhasilan Polri, TNI dan seluruh elemen dalam pengamanan Pemilu tahun 2014, serta Pilkada serebtak tahun 2015, 2017 dan 2018 menjadi salah satu kunci perlawanan bola ditetapkan untuk dilakukan upaya penanganan secara profesional dan berkelanjutan,” tutupnya. (sur/fer)