SUMENEP, MaduraExpose.com – Di atas tanah gembur Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, sebuah konstruksi beton mulai tertanam. Bukan sekadar besi dan semen, melainkan fondasi bagi martabat seorang warga bernama Sami.
Satgas TMMD ke-127 Kodim 0827/Sumenep kini tengah memacu pengerjaan teknik ‘cakar ayam’ untuk merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya, Senin (23/2/2026).
Sebelum dijamah program TMMD, kondisi rumah Sami sangat memprihatinkan. Dindingnya hanya berupa anyaman bambu tanpa pondasi permanen, sebuah struktur yang sangat rentan roboh diterjang cuaca buruk perbukitan Rubaru.
Secara teknis, pemilihan sistem cakar ayam mencerminkan standar keamanan bangunan yang tinggi. Serda Axel Arthur, personel yang terjun langsung di lokasi, menegaskan bahwa kualitas struktur bawah adalah harga mati sebelum membangun bagian atas.
“Pondasi adalah kunci utama kekuatan bangunan. Melalui sistem cakar ayam, beban rumah dapat tersebar merata sehingga lebih aman dan tidak mudah retak atau amblas,” jelas Serda Axel di sela kesibukannya mengecor.
Dansatgas TMMD 127, Letkol Arm Bendi Wibisono, menekankan bahwa bedah rumah ini adalah strategi terpadu pengentasan kemiskinan sesuai arahan KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Targetnya jelas: memastikan rakyat memiliki hunian layak sebagai fondasi kesejahteraan.
Melihat rumahnya mulai dibangun dengan beton kokoh, Sami tak kuasa membendung rasa haru. Keterbatasan biaya selama ini membuatnya hanya bisa pasrah tinggal di gubuk bambu.
“Saya sangat terharu. Selama ini saya ingin membangun rumah yang lebih layak, tetapi tidak punya dana. Terima kasih banyak kepada TNI,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. [yud/fer]






