MaduraExpose.com- Krisi air yang terus berlangsung di sejumlah tempat di Kabupaten Pamekasan mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Bahkan seorang aktivis PMII Unira Pamekasan, Madura, mengkritik Badrut Tamam, anggota DPRD Jatim asal Pamekasan. Pemilik facebook dengan akun Aktivis Berkopyah itu sengaja menyampaikan keluhannya di dinding facebook Badruttamam.

“Ini ada warga tlanakan kak kekurangan air mohon respon positifnya kak, maaf tidak sopan lewaat fb”, tulis Aktivis Berkopyah Kamis (30/10) pagi.

Ia menambahkan statusnya dengan harapan persoalann krisis air di Tlanakan Pamekasan segera teratasi.

“Kalau Tak Mau Bantu Air, Tak Usah Difoto-foto Terus” timpalnya menambahkan.

Selain aktivis Berkopyah, sebelumnya masalah krisis air di kota Gerbang Salam itu juga mendapat sorotan dari KH. Abdul Ghoffar, Ketua PCNU Pamekasan.

Tokoh kharismatik ini mendesak Pemkab Pamekasan benar-benar serius mempersiapkan diri melakukan langkah antisipasi memasuki musim kemarau. Sejauh ini, pihak terkait, lanjutnya, hanya memberikan solusi sementara menanggulangi kekeringan dengan droping air bersih melalui tangki air yang disuplay dari pihak BPBD dan PDAM yang sangat terbatas.

“ Tiap kemarau tiba, ada tiga Kecamatan yang rawan mengalami krisis air bersih, yakni Kecamatan Proppo, Tlanakan, dan Pademawu,” beber KH.Abdul Ghoffar, Ketua PCNU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Riyadush Sholihin, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

(fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM