Ilustrasi/net

MADURAEXPOSE.COM– Tim Advokasi Muslim Indonesia (TAMI) meradang Ismail Ibrahim dan sejumlah rekan-rekannya dikenakan baju tahanan oleh Polda Metro Jaya.

Usai demo besar-besaran, Jokowi memang lebih sibuk. Setidaknya ada dua agenda tambahan yang dijalani Jokowi. Selain memimpin rapat-rapat kabinet dan meresmikan acara, juga concern menemui para ulama dan para prajurit. Agenda tambahan itu diawali sejak Senin lalu saat Jokowi menyambangi TNI di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta.

Besoknya, Jokowi memberi pengarahan kepada para perwira tinggi (pati) Polri di Mabes Polri. Hari ini, Jokowi rencananya akan memberi pengarahan kepada anggota Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kemarin, Jokowi memberi arahan kepada para prajurit Kopassus di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Usai upacara ziarah makam nasional di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jokowi meluncur ke Markas Kopassus. Jokowi tiba sekitar pukul 9.30 pagi berpelat nomor RI 1. Dandanannya masih necis. Jas hitam dengan dasi warna merah. Turun dari mobil, Jokowi disambut sigap prajurit yang memainkan marching band berbaret merah.

Ikut menyambut Presiden adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal Mulyono, Danjen Kopassus Mayjen Madsuni, dan Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana. Jokowi datang didampingi Mensesneg Pratikno.

Sebelum apel, Jokowi mendapatkan penjelasan soal profil prajurit Kopassus secara singkat dari Mayor Romadhoni. Mulai dari tim penerjun, penyelam, penjinak bom, dan lebih khusus profil personel Satuan Gultor (Penanggulangan Teror) 81, pasukan elite Kopassus. Romadhoni juga menjelaskan alutsista yang dimiliki korps para Komando itu. Senjata-senjata tersebut dipajang di sisi lapangan. Berbagai senjata mematikan disusun di meja dan semacam rak. Mulai dari senjata antimaterial yang bisa menembus baja, hingga senjata serbu, plus berbagai perlengkapan seperti peredam suara dan teropong penyelaras malam. Mendapat pengarahan itu, Jokowi tampak puas mengangguk-ngangguk. Sesekali ia mengobrol dengan Panglima.

Jokowi memberi pengarahan kepada 1.217 prajurit Kopassus di lapangan upacara, tepat depan Gedung Sarwo Edhi Wibowo. Pasukan terdiri atas satuan Sandhi Yudha, satuan Para Komando, dan juga satuan Gultor. Mereka berbaris tegap dalam seragam loreng baret merah. Di sisi lapangan, berbagai kendaraan tempur, seperti jeep yang dipasangi senjata berat, dan motor trail dipajang.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Apa isi arahannya? Ada 6 poin yang disampaikan Jokowi. Pertama menyampaikan rasa bangga kepada para prajurit Kopassus yang siap ditugaskan di manapun dan tidak pernah gentar membela negara. Kedua, memerintahkan perwira dan prajurit untuk menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan. Tiga, TNI adalah satu, yakni Tentara Nasional. Empat, mengingatkan bahwa para pahlawan, para pendiri TNI seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan kemerdekaan.

“Bagi kita memperjuangkan Indonesia yang satu, Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, ras dan golongan adalah mutlak,” lanjut Jokowi. Terakhir, Jokowi menginstruksikan Prajurit TNI di manapun berada untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. “Berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok untuk kejayaan Indonesia,” tuntasnya.

Selesai memberi pengarahan Jokowi turun dari podium lalu menyalami para prajurit yang berdiri di barisan depan. Para prajurit kemudian memberi hormat dan menyambut uluran tangan sambil meneriakkan “komando”. Selesai sesi foto, sang komandan pasukan memerintahkan prajurit mendekat ke presiden. Dalam sekejap, Jokowi sudah dikelilingi prajurit. Komandan pasukan kemudian menghentak-hentakan tangannya sambil menyayikan yel-yel para Komando. Serentak prajurit mengikuti yel-yel sambil menghentak-hentakkan tangan.

Jokowi yang awalnya hanya tersenyum, perlahan menggerakkan tangan kanannya ke atas, sambil mengikuti irama yel-yel.

Panglima TNI juga terlihat bersemangat mengikuti setiap bait yel-yel. Teriakan komando disertai tepuk tangan, akhirnya mengakhiri sambutan hangat itu kepada Jokowi. Presiden pun menyambut dengan senyum dan salam komando.

Usai upacara, Jokowi menyampaikan tujuan ke Mako Kopassus, selain memberikan pengarahan, juga ingin melihat kesiapan satuan Sandiyudha, Para Komando dan Gultor.

“Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan sebagai Panglima Tertinggi lewat Panglima TNI untuk keperluan-keperluan khusus,” kata Jokowi. Apakah saat ini sedang ada situasi darurat? Jokowi menggeleng. “Tidak ada. Ini Hari Pahlawan kok. Kan tadi saya bilang ‘kalau’,” pungkasnya. ***

[RMOL]