Tiket Parpol Terbatas, Banyak Cabup Terancam Stress

0
790

Sumenep, MaduraExpose.com- Jelang pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Sumenep yang dijadwalkan Desember 2015 mendatang, diprediksi bakal menyulitkan sejumlah kandidat dalam mendapatkan tiket parpol untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) maupun Calon Wakil Bupati (Cawabup) priode 2015-2020.

Ancaman itu sepertinya mengarah kepada sejumlah calon kandidat yang namanya sudah populer atau lama dikenal publik. Sandungan mendapatkan tiket Pilkada itu ditengarai karena ketatnya persaingan atau seleksi ketat yang dilakukan oleh sejumlah partai koalisi sebagai kendaraan.

Berkaca pada hasil pemilu kemarin, tak satupun parpol yang memenuhi syarat satu kursi. Maka satu-satunya jalan, semua partai yang hendak menjadi pengusung calon kandidat harus menyempurnakannya dengan koalisi parpol.

“Prediksi kami, akan banyak kandidat populer yang akan tersandera dengan sendirinya. Kemungkinan ini tidak lepas dari keterbatasan dukungan dari sejumlah parpol pengusung. Beban berat koalisi itu sendiri akan dibebankan kepada calon kandidat”, ujar Syafrudin Budiman, pengamat politik Sumenep kepada MaduraExpose.com, Sabtu Malam (4/4/2015).

Syafrudin menambahkan, pada gilirannya nanti, setiap kandidat yang akan maju menggunakan kendaraan parpol, peluangnya akan lebih terbuka kepada calon kandidat yang memiliki kemampuan membangun koalisi dengan sejumlah partai koalisi.

“Di Kabupaten Sumenep, tak satupun partai politik yang bisa mengusung calon bupati sendiri, karena tidak mencukupi kursi di parlemen”, imbuhnya.

Kendati demikian, Syafrudin memberikan solusi cerdas agar bakal calon yang sudah memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, hendaknya mengkaji lebih awal dengan matang, apakah masih ngotot menggunakan kendaraan partai politik atau justru lebih aman dengan maju melalui jalur non parpol.

“Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung oleh partai politik, maka hanya akan ada 4 calon yang bisa terakomodir melalui tiket parpol. Selebihnya, calon tidak akan kebagian tiket alias gagal. Kecuali melalui jalur independent”, pungkasnya.

(M2D/FER)