Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sejak beberapa tahun terakhir, warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep mengaku resah dengan adanya tambang terumbu karang yang diduga sengaja dilakukan oleh oknum warga setempat. Anehnya, sejumlah pihak terkait terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran.

“Tambang batu atau lebih pas terumbu karang di daerah pesisir Desa Kalianget Timur makin mengkhawatirkan. Kami merasa heran dengan bungkamnya sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Lingkungan Hidup atau BLH Sumenep. Harusnya ada tindakan tegas karena perbuatan oknum warga tersebut merusakan ekosistem laut dan lingkungan penduduk”, terang Sarkawi, Tokoh Masyarakat Desa Kalianget saat berbincang dengan Madura Expose dikediamannya, Senin 7 Maret 2016.

Sarkawi menilai lemahnya pengawasan dinas terkait dibawah naungan Pemkab Sumenep karena diduga kuat adanya oknum tertentu yang ikut bermain dalam aktivitas tambang terumbu karang yang meresahkan warga.

“Kami sangat menyayangkan adanya pembiaran dari pejabat terkait. Kalau penambangan terumbu karang didesa kami tidak segera dihentikan, maka yang pertamakali dirugikan adalah warga. Ini sangat mengancam masa depan anak cucu kami”, imbuhnya.

Sarkawi menduga, adanya tambang terumbu karang diwilayah pesisir Desa Kalianget Timur, diduga kuat berhubungan dengan pembangunan Pelabuhan Gersik Putih di desa mereka.

“Berdasarkan keterangan warga, terumbu karang itu dibabat habis karena batunya digunakan untuk pembangunan pelabuhan Gersik Putih”, pungkasnya.

[mah/fer]

HotNews:  Babinsa Koramil Saronggi, Ajak Warga Binaan Peduli Kebersihan Lingkungan