Temu Kunci Dosen UNISMA Terbukti Ampuh Lawan Sel Kanker Payudara Tipe MCF-7

Terbit: 5 November 2025 | 03:58 WIB

Dari Dapur ke Laboratorium: Rimpang Temu Kunci Menyimpan Potensi Besar Penghambat Sel Kanker

 

MALANG – Kekayaan alam Nusantara kembali menunjukkan potensi luar biasa dalam dunia kesehatan. Penemuan penting datang dari dunia Farmasi setelah tim peneliti dari Universitas Islam Malang (UNISMA) berhasil mengidentifikasi senyawa dalam rimpang temu kunci (Boesenbergia Pandurata) yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara tipe MCF-7.

Penelitian ini dipimpin oleh Anita Puspa Widiyana, seorang Dosen Farmasi UNISMA, bersama timnya. Temu kunci, yang selama ini lebih dikenal sebagai penyedap masakan dan jamu tradisional, kini bersiap naik ke panggung penelitian global.

 

Senyawa N-Heksana Tunjukkan Kekuatan Paling Kuat

 

Anita Puspa Widiyana menjelaskan bahwa selama ini temu kunci sudah dikenal memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. “Tapi ternyata juga punya potensi antikanker,” kata Anita, dikutip pada Selasa (04/11/2025).

Timnya menguji tiga jenis ekstrak yang terkandung dalam rimpang temu kunci: etanol, air, dan n-heksana. Hasilnya menunjukkan temuan yang signifikan:

  • Ekstrak n-Heksana: Menunjukkan kemampuan paling kuat dalam membunuh sel kanker MCF-7.
  • Ekstrak Etanol dan Air: Memberikan efek penghambatan yang berada dalam kategori sedang.

 

Langkah Selanjutnya: Menuju Uji Pra-Klinis

 

Meskipun hasil uji laboratorium ini sangat menjanjikan, Anita menegaskan bahwa penelitian ini masih berada pada tahap awal (in vitro). Efektivitas dan keamanan temuan ini perlu dipastikan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan pada manusia.

“Langkah selanjutnya adalah uji pra-klinis pada hewan, lalu uji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya,” jelas Dosen Farmasi UNISMA ini.

Penemuan ini menjadi kabar baik bagi dunia herbal Indonesia, sekaligus bukti bahwa kekayaan alam Nusantara menyimpan potensi besar untuk pengembangan obat modern berbasis bahan alami. Temu kunci yang dulunya hanya harum di dapur, kini membuka harapan baru bagi pengobatan kanker payudara, menegaskan peran strategis penelitian farmasi perguruan tinggi dalam mendukung kesehatan masyarakat.

 

[dbs/ins/nuo/gim]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *