Ist.Tambang pasir/Istimewa

Madura Expose— Sejumlah orang yang mengatasnamakan warga Kalianget merasa keberatan denan ditutupnya tempat penambangan pasir karena berbeda dengan eskploitasi yang terjadi di kawasan Lumajang, yang dilakukan di pesisir pantai.

Adanya instruksi penutupan galian pasir laut di Kalianget, Sumenep oleh aparat penegak hukum, diakui warga sangat memberatkan karena membunuh mata pencaharian warga yang tiap hari melakukan penambangan secara tradisional.

Pernyataan keberatan warga Kalianget itu terungkap saat mereka mendatangi Kantor DPRD Sumenep pada Rabu (13/1/16). Mereka juga menceritakan nasib 400 warga yang selama ini menggantungkan kebutuhan hidup sehari-harinya dengan cara menambang pasir.

Sejumlah warga juga meminta anggota DPRD Sumenep mencarikan jalan keluar agar rutinitas tambang pasir bisa dijalankan kembali tanpa merasa was-was berurusan dengan aparat menyusul dikeluarkannya larangan penambangan. Versi penambang, warga Kalianget sudah secara turun temurun melakukan penambangan pasir dikedalaman laut sekitar 3 meter. Hal itu berlangsung sejak tahun 1997.

(awi/dbs).

HotNews:  Adik Menpora Anggap Penetapan Tersangka Imam Nahrawi Politis