Tambak Udang Di Sumenep Rawan Menimbulkan Konflik Horizontal

0
933

PPS, Forum Santri dan Aktivis NU Tolak Investor Tambak Udang
MADURA EXPOSE–Penolakan terhadap pembangunan tambak udang dilahan pekuburan warga di Kecamatan Dasuk Sumenep terus mendapat penolakan dari warga dan meminta pihak pemkab setempat tidak tutup mata.

Tak tanggung-tanggung, para aktivis pun turun jalan melakukan aksi penolakan tersebut ke kantor Pemkab Sumenep, menuntut Bupati Busyro karim segera mengusir investor asing tersebut yang dinilai telah merusaka marwah masyarakat di bumi Sumenep tercinta.

Aktivis yang tergabung dalam Pemuda Peduli Sumenep (PPS) menilai, keinginan investor yang hendak membuat tambak udang di lahan pekuburan itu sebagai tindakan semena-mena dan merongrong ketenangan warga Sumenep di sejumah tempat.

Abdillah, koordinator PPS menuding investor asing telah melakukan berbagai cara mendapatkan lahan pekuburan itu dengan cara menciptakan konflik horizontal dikalangan warga. Salah satunya, sekitar 50 kuburan berusia belasan tahun dipaksa untuk dilakukan pembongkaran dan dipindah ketempat lain.

Selain meminta Bupati Busyro dan Wabup Achmad Fauzi mengusir investor asing, PPS juga mendesak Pemkab Sumenep melakukan transparansi terkait sertifikasi tanah rakyat yang selama dinilai sangat rumit,namun tidak bagi para investor asing yang saat ini hendak membangun kekuasaan di Kabupaten Sumenep. Pihaknya juga menagih janji politik pemerintahan Sumenep saat ini, untuk benar-benar menyiapkan lapangan pekerjaan dan transparansi Perda investor.

sebelumnya, Majelis Silaturrahmi Selendang Hitam, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dengan keras menyampaikan penolakannya, terkait pembangunan tambak udang di sekitar wisata Pantai Lombang.

Penolakan mencuat kepermukaan, karena warga Sumenep melihat dampak negatifnya jauh lebih besar dari nilai manfaat yang dijanjikan.
Pernyataan itu disampaikan Emha Bayjoeri,Sekretaris Majelis Silaturrahmi Selendang Hitam, Sumenep kepada awak media.

Terbaru, Forum Alumni Pondok Pesantren Sumenep mendesak Bupati Sumenep Busyro Karim segera menerbitkan Bupati (Perbup) soal larangan menjual tanah untuk investor. Desakan kaum sarungan itu disampaikan dalam nota kesepahaman yang digelar Sabtu kemarin, dalam pertemuan Forum Alumni Pondok Pesantren Sumenep,di salah satu masjid Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Forum Alumni Pondok Pesantren Sumenep ini juga menolak pembelian tanah oleh investor secara besar-besaran untuk kepentingan pembangunan tambak udang.

Bahkan jajaran elit PCNU Sumenep yang menghadiri forum tersebut, ikut menyampaikan kekhawatirannya terhadap maraknya investor yang bergerak dibidang tambak udang saat ini akan semakin menyulut api permusuhan di kalangan warga Sumenep.

Sukri, salah satu peserta Forum itu menyampaikan, selama ini investor dinilai telah sewenang-wenang dalam pemblian tanah di Sumenep. Untuk itu, pihaknya mendesak Bupati segera menerbitkan Perbup yang membatasi penjualan lahan terhadap investor. [TVMADURA.COM/MADURAEXPOSE.COM]