MADURA EXPOSE–Kasus penderita penyakit kusta di Sumenep, Madura, menempati urutan ke dua di Provinsi Jawa Timur.

Data yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes), jumlah penderita kusta di Sumenep mencapai 475 orang baik penderita yang tergolong usia 0 hingga 14 tahun maupun usia 14 tahun ke atas. “Ratusan penderita kusta itu terdiri dari tipe Pausi Basiler (PB) atau sedikit kuman sebanyak 115 penderita dan tipe Multy Basiler (MB) atau banyak kuman 360 penderita,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sumenep, Dwi Reknani

Dwi Reknani mengakui, warga yang menderita penyakit kusta di daerahnya cukup tinggi. Bahkan, menempati urutan ke dua setelah Kabupaten Sampang yang mencapai 725 penderita. ”Dari 475 penderita kusta di Sumenep 21 orang atau 4, 5 persen diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan 17 orang mengalami disabilitas atau cacat,” terangnya.

Menurutnya, melihat tingginya angka penderita kusta itu sebenarnya perlu penanganan yang lebih bagus lagi. Namun, disisi lain merupakan suatu kebanggaan karena petugas kesehatan aktif turun ke lapangan menemukan penderita baru.

Mantan Kepala Puskesmas Batu Putih ini menegaskan, Dinkes memberi pelayanan kesehatan diantaranya program obat selama setahun yang harus dijalani penderita, namun kendalanya penderita kerap kali putus asal, sehingga Droup Out. Petugas kesehatan juga turun kelapangan memerika kontak serumah sebab penyakit kusta bisa menular dari hubungan kontak yang cukup lama dan pernafasan. ”Dan perlu kami tekankan bahwa Kusta ini tidak harus dijauhi dan bisa disembuhkan,” pungkas Dwi Reknani. [faw/rri/aks]

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM