Syamsuni Kabiro KM: “Sebaiknya Pak Dihyah Suyuti Disekolahkan Lagi”

0
1045
Kisruh Kabag Humas Pemkab Sumenep dan Wartawan/Madura Expose

SUMENEP, MADURA EXPOSE—Kisruh antara media online dengan Kabag Humas Pemkab Sumenep, Dihyah (Didik) Suyuti kian memanas, meski kedua pihak sempat melakukan komunikasi khusu tentang regulasi iklan dan pengelolaan anggaran berdasarkan data dan kualitas pemberitaan di masing-masing media, baik dinilai dari sisi konten maupun jumlah visitor (online) dan oplah (media cetak).

Memburuknya hubungan media online dengan Kabag Humas Pemkab ini mendapat sorotan dari Pimred Portal Madura,Hartono. Menurut dia, situasi yang tidak harmonis ini karena pihak humas tidak memahami kinerja media dan awam soal IT.

“Sudah jelas Humas tidak paham kinerja wartawan dan sangat bodoh soal IT, kondisi ini diperparah lagi dengan kerja serampangan mereka. Anehnya lagi, humas tidak memiliki data. Malah Pak Dihyah minta tolong kami untuk mendata media online di Sumenep,” ujarnya.

Sementara Syamsuni, Kepala Biro (Kabiro) Koran Madura mengaku sudah bosan dengan tingkah Kabag Humas Pemkab Sumenep yang tidak paham regulasi iklan yang sudah dianggarkan.

“Saya sudah males ngomongin Kabag Humas yang tak paham-paham soal regulasi iklan itu. Percuma juga khan ngomong sama orang seperti dia. Kalau boleh saya menyarankan, sebaiknya Pak Suyuti sekolah lagi biar paham dan tidak jadi biangkerok dikalangan wartawan,” tandasnya.

Tak hanya itu, Syamsuni yang juga Komisaris RuaS Pemuda Sumenep ini mengaku sangat menyesalkan penempatan Dihyah Suyuti menjadi Kabag Humas Pemkab Sumenep. Pihaknya meminta Bupati dan Wabup Sumenep segera melakukan evaluasi.

“Ini penting agar tidak jadi masalah, kasian masyarakat Sumenep tidak bisa mengikuti pemberitaan secara mudah, hanya gara-gara Kabag Humas lalai melakukan regulasi dan tidak paham IT. Ini bisa merusak konsentrasi program 99 hari kerja Bupati dan Wabup lho,”pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Roni Hartono, Pimred News Madura. Pihaknya meminta Pemkab supaya Kabag Humas disekolahkan lagi agar bisa memahami tanggung jawab kehumasan.

“Karena humas memiliki peranan yang sangat penting. Sebaiknya Pak Didik Suyuti mundur saja dari jabatannya. Sekolah lagi dulu, kalau perlu ngambil jurusan IT. Setelah itu nggak apa-apa jadi Kabag Humas Pemkab Sumenep lagi. Kasian teman-teman wartawan yang selama ini bekerja profesional harus jadi korban dari kebodohan mereka,” ujarnya dengan nada tinggi.

Dalam kesempatan sebelumnya, Dihyah Suyuti, Kabag Humas Pemkab Sumenep mengaku kemampuan IT di kantornya sangat minim bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Didik juga meminta wartawan untuk melakukan pendataan media apa saja yang layak untuk mendapat jatah iklan. [Yan/fer]