Sumenep (Maduraexpose.com)– Ach Supyadi Kuasa Hukum TG Warga Parsanga, Kecamatan Kota, Sumenep dengan menyatakan pelaporan TW terhadap kliennya dengan tuduhan pemerkosaan di sebuah hotel Sumenep hanyalah siasat licik untuk memeras terlapor.
Itu dibuktikan dari hasil investigasi yang dilakukan Supyadi kesejumlah pihak dengan mencocokkan peristiwa yang sebenarnya terjadi di hotel tempat TG dan TW berduaan.
Bahkan dari keterangan kliennya, terungkap jika TW yang terlebih dahulu menawarkan hubungan badan dengan terlapor.
“Saat itu TW menanyakan kamu mau melakukan hubungan tidak ? Lalu TW bilang tunggu dulu saya mau ke kamar mandi karena baru selesai menstruasi. Lalu yang membuka baju TW adalah TW sendiri,” imbuh Supyadi kepada wartawan.
Bahkan Supyadi berani memastikan, bahwa tuduhan pelapor mendapat kekerasan dari TG tidak akan pernah bisa dibuktikan secara hukum.
”Karena faktanya tidak seperti ditudukan pelapor. Saya pastikan itu tidak benar dan tidak akan pernah bisa dibuktikan oleh TW, Karena kami memiliki cukup bukti yang sangat kuat dan akan sampaikan dipersidangan,” tandasnya.
Supyadi juga membeberkan kamar yang digunakan TW dengan terlapor jaraknya sangat berdekatan.
“Kamar yang ditempati TW dan TG itu berdekatan dengan resepsionis dan saat itu karyawan hotel yang sedang sift malam mondar- mandir tidak pernah ada suara gedor-gedor dan bunyi apapun yang menunjukkan adanya kekerasan,” tegas pria yang murah senyum ini.
Ach. Supyadi melihat banyak fakta-fakta yang dimunculkan oleh pihak pelapor justru terlihat tidak sinkron dan tidak bersesuaian.
“Disini banyak yang tidak bersesuaian. Jadi terhadap apa yang disampaikan saudara TW itu tidak benar dan banyak yang tidak bisa dibuktikan secara hukum. Atas dasar itu kami menduga TW telah memberikan keterangan palsu,” tandasnya lagi meyakinkan wartawan.
Pihaknya kembali menegaskan tak ada kekerasan seksual yang mengarah kepada pemerkosaan TG terhadap pelapor TW.
“Tidak ada yang mencekik dan menyeret TW, bahkan dugaan pemerkosaan berdasarkan suka sama suka. Justru yang menanyakan pertama kali untuk melakukan hubungan adalah si TW,” pungkasnya.
Untuk di ketahui, hari ini Supyadi selalu Kuasa Hukum TG melaporkan balik TW ke Mapolres Sumenep. (tim/fer)

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
