Sumur Keramat Peninggalan Jokotole Ini Diyakin Bikin Awet Muda

0
152

SUMENEP – Keberadaan masyarakat di suatu daerah hampir selalu memiliki kaitan dengan legenda. Legenda atau cerita yang dipercaya terus-menerus dalam masyarakat menjadi bukti kesatuan dan keabsahan suatu daerah. Legenda bisa berupa apa saja, mulai dari tokoh, hewan, tempat, dan lain sebagainya. Hal ini juga terjadi di Desa Errabu Sumenep.

“Aeng Rabu” begitulah kalimat masyarakat setempat menyebutnya. “Aeng Rabu” merupakan sebutan bahasa madura yang artinya Air Datang.

Air Datang ini berasal dari sebuah sumur batu yang berada di Desa Errabu, Kecmatan Bluto Sumenep, Madura, Jawa Timur. Diyakini bisa memberikan banyak mafaat kepada masyarakat sekitar, bahkan sebagian masyarakat meyakini bahwa mandi di sumur batu tersebut bisa awet muda.

Ajaibnya, posisi sumur batu yang terletak ditenggah-tengah desa errabu dihamparan bebatuan itu tidak pernah kehabisan air, air terus mengalir walaupun musim kemarau panjang tiba. Hingga saat ini, air sumur batu itu terus mengalir diparit desa errabu.
Menurut cerita masyarakat setempat, Sumur Tua yaitu Sumur Batu di Desa Errabu merupakan salah satu peninggalan Joko Tole Putra dari Potre Koneng atau Dewi Saini dengan Pangeran Adi Poday.

Saat itu Pangeran Sumenep “Joko Tole” pulang dari kerajaan majapahit ke Sumenep dengan berjalan kaki, perjalanan yang harus ditempuh beberapa hari atau bahkan beberapa bulan itu, Joko Tole merasakan sangat haus dan dahaga ditengah perjalanan, karena menoleh kesana kemari tidak menemukan tanda-tanda adanya air, sang pangeran langsung menghentakkan tongkatnya ke bebatuan, sekitika batu itu berlubang dan memancarkan air dengan deras.

Saat itu juga Joko tole melepaskan dahaganya dengan minum air dan pada saat itu pula memgucapkan Allhamdulillah aeng rabu, dan sejak saat itu dikenal dengan tempat aeng rabu, atau lebih dikenal dengan nama desa Errabu.

HotNews:  Prongpong dalam sejarah peradaban Sumenep

Dari situlah awal masyarakat setempat meyakini beragam berkah yang melekat dari sumur tua Sumur Batu yang ada di Desa Errabu tersebut. Salah satunya, air yang ada dalam sumur tersebut tak akan pernah kering meski musim kemarau Panjang tiba. Asalkan masyarakat setempat bisa menjaganya dan tak melakukan hal-hal yang berpantangan.

“Sumur Tua Sumur Batu ini tidak hanya dimanfaatkan untuk masyarakat setempat akan tetapi sebagian warga desa sebelah mengalirkan air dari sumber air sumur batu ini, ” Kata Hapit, salah seorang putra daerah Desa Errabu.

Ia mengatakan pernah air yang ada dalam sumur tua Sumur Batu tersebut tiba-tiba kering. Hal tersebut dikarenakan sudah beberapa tahun Warga setempat tidak pernah lagi melaksanakan Rokat Desa.

“Masyarakat disini yakin jika sudah lama tidak pernah melaksanakan sandeka Disa/ rokat Desa, maka musibah akan datang, salah satunya air akan kering, ” terang Hapit.
Jauh sebelumnya, air di sumur batu errabu sangat berlimpah. Saking banyaknya, masyarakat desa tidak perlu pakek gayung ketika ingin mengambil air sumur batu tersebut.

Hapit juga mengungkapkan, sumur peninggalan Joko tole ini, debit air di dalam sumur dikala musim kemarau hanya sekitar 1,5 meter. Namun anehnya, air yang ada didalamnya mampu mencukupi kebutuhan warga untuk menyiram tembakau.

“Dimusim kemarau, pagi dan sore berbondong-bondong menuju kesini menimba air untuk menyiram tembakaunya,” ungkapnya.

diyakini atau tidak, tidak menjadi keharusan kepada kita, kembalikan kepada sang maha pencipta, Karena Allah mencipatakan sesuatu dimuka bumi semua pasti ada hikmahnya dalam kehidupan.

Ini hanya merupakan cerita, pada kenyataannya desa errabu selama ini belum pernah mengalami kekeringan dan air terus mengalir walaupun musim kemarau panjang. (*).

 5 [Redaksi On Studio Jakarta],  4 [Redaksi Surabaya]

HotNews:  Prongpong dalam sejarah peradaban Sumenep