Sumenep Terpilih Sebagai Model Pengembangan Hortikultura di Lahan Kering 2025–2027

Terbit: 21 Desember 2025 | 21:00 WIB

MaduraExposec.com – Kabupaten Sumenep resmi mencatatkan namanya dalam peta strategis pangan nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) RI secara resmi menetapkan wilayah di ujung timur Pulau Madura ini sebagai proyek percontohan utama dalam program Horticulture Development Dryland Area Project (HDDAP) untuk periode 2025–2027.

Penetapan ini mengukuhkan posisi Sumenep Terpilih Sebagai Model Pengembangan Hortikultura di Lahan Kering di antara 13 kabupaten dari 7 provinsi di Indonesia. Langkah besar ini ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama antara Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada acara Kick Off HDDAP di Hotel JW Marriott Surabaya.

Fokus Tiga Komoditas Unggulan

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjelaskan bahwa program HDDAP ini dirancang untuk memaksimalkan potensi geografis Sumenep yang memiliki lahan kering cukup luas. Selain itu, pemerintah daerah telah memetakan tiga komoditas hortikultura utama yang akan dipacu produktivitasnya.

“Program HDDAP di Kabupaten Sumenep difokuskan pada pengembangan tiga komoditas hortikultura, yakni pisang, bawang merah, dan cabai,” ujar Bupati Achmad Fauzi di sela-sela acara tersebut.

Untuk menjamin keberhasilan program, penentuan lokasi dilakukan secara spesifik berdasarkan kecocokan lahan:

  • Komoditas Pisang: Difokuskan di Kecamatan Batuputih dan Paragaan.

  • Komoditas Bawang Merah: Dipusatkan di Kecamatan Pasongsongan dan Guluk-guluk.

  • Komoditas Cabai: Diarahkan ke Kecamatan Ambunten dan Rubaru.

Upaya Meningkatkan Rantai Nilai dan Kesejahteraan

Lebih lanjut, program HDDAP bukan sekadar soal tanam-menanam. Menurut data teknis Kementerian Pertanian, proyek ini didanai melalui skema pinjaman luar negeri yang bertujuan untuk memperbaiki seluruh ekosistem pertanian, mulai dari penyediaan bibit unggul, infrastruktur irigasi lahan kering, hingga akses pasar.

Bupati menyatakan bahwa menjadi pilot project nasional akan memberikan efek domino positif bagi petani lokal. Dengan adanya pendampingan teknologi, kualitas produk hortikultura Sumenep diharapkan mampu menembus standarisasi pasar modern maupun ekspor.

“Tujuannya jelas, yakni meningkatkan produktivitas, kualitas, dan rantai nilai produk hortikultura. Ujung-ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep secara nyata,” tegasnya.

Sinergi Lintas Sektor

Oleh karena itu, keberhasilan program berskala nasional ini memerlukan kerja sama yang solid di tingkat daerah. Bupati menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam mendukung infrastruktur dan SDM petani.

“Kami mengharapkan seluruh jajaran Pemerintah Daerah bahu-membahu untuk mendukung keberhasilan program HDDAP ini,” pungkas Achmad Fauzi.

Dengan terpilihnya Sumenep sebagai model nasional, wilayah ini kini menjadi harapan baru bagi kedaulatan pangan nasional, khususnya dalam membuktikan bahwa Hortikultura di Lahan Kering dapat menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.*

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Emas Antam “Tiarap”: Saatnya Borong atau Tunggu Ambrol Lagi?

Terbit: 13 Maret 2026 | 07:55 WIB JAKARTA – Dinamika pasar logam mulia kembali menunjukkan tren koreksi yang menarik untuk disimak para pemburu aset aman (safe haven). Harga emas batangan…

PROPOSAL PROYEK: THE DANCE OF LIFE

Terbit: 11 Maret 2026 | 07:31 WIB MADURA-HOLLYWOOD CONNECTION – Industri perfilman global membutuhkan narasi baru yang tidak hanya mengandalkan ledakan CGI, melainkan ledakan emosi dan keberanian intelektual. “The Dance…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *