maduraexpose.com

 


News

Sumenep Di Genggaman Wabah: Laporan Terbaru Ungkap 20 Nyawa Melayang akibat Campak

222
×

Sumenep Di Genggaman Wabah: Laporan Terbaru Ungkap 20 Nyawa Melayang akibat Campak

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin (BGS) sedang meninjau pelaksanaan imunisasi massal di Kabupaten Sumenep, Kamis, 28 Agustus 2025/Istimewa.

SUMENEP, Madura Expose – Kematian akibat campak di Kabupaten Sumenep terus meningkat, mencapai angka tragis 20 jiwa hingga Kamis (28/8/2025).

 

 


Situasi darurat ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, yang datang untuk memastikan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) berjalan maksimal.


 

Angka Kematian Terus Bertambah, Bukti Penyakit Mematikan

 

Dalam kunjungannya ke TK-PAUD Qurrota A’yun, Menkes Budi menyatakan keprihatinannya. “Yang meninggal sudah 20. Kita harapkan dalam dua minggu berhenti di sana dan tidak naik lagi,” ujar Menkes. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya wabah campak yang telah merenggut nyawa, terutama anak-anak.

 

Data dari Dinas Kesehatan Sumenep mengonfirmasi kondisi ini. Hingga 28 Agustus, total kasus campak mencapai 2.370, dengan 2.277 pasien dinyatakan sembuh. Namun, masih ada 73 pasien yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas, menjadi bukti bahwa perjuangan melawan wabah ini masih jauh dari kata usai.


 

Peningkatan Imunisasi Menjadi Kunci Utama

 

Meskipun angka korban terus bertambah, ada kabar baik dari sisi penanganan. Capaian harian imunisasi campak di Sumenep menunjukkan hasil yang signifikan. Pada 28 Agustus, 4.644 anak berhasil diimunisasi, jauh melampaui target harian sebesar 3.346 anak.

 

Peningkatan ini merupakan respons cepat terhadap KLB yang terjadi. Melalui program Outbreak Response Immunization (ORI), pemerintah menargetkan 70.271 anak untuk diimunisasi, atau 95% dari total sasaran.

 

Pemkab Sumenep dan tim medis terus mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat. Vaksinasi menjadi satu-satunya cara efektif untuk menghentikan penyebaran campak dan mencegah bertambahnya jumlah korban. Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya tindakan cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi krisis kesehatan.

[kom/gim/dbs]

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---