Sumenep Berduka: 42 Bangunan Rusak Berat-Ringan Dihantam Gempa M 6,5 Tengah Malam

Terbit: 1 Oktober 2025 | 12:48 WIB

SUMENEP, Jawa Timur – Wilayah perairan Laut Bali berguncang hebat pada Selasa malam, September , pukul WIB, setelah dilanda gempa bumi berkekuatan Magnitudo .

 

Meskipun berpusat di laut, guncangan kuat ini meninggalkan jejak kerusakan material yang signifikan di daratan, khususnya di Kabupaten Sumenep.

 

 

Data terbaru yang dihimpun otoritas setempat menunjukkan, setidaknya bangunan—meliputi rumah tinggal dan fasilitas publik—mengalami kerusakan di dua kecamatan terparah, yaitu Gayam dan Nonggunong. Kerusakan ini terentang dari kategori ringan hingga roboh total (rusak berat).

Detil Episenter dan Jaminan Non-Tsunami

Badan otoritas terkait mengonfirmasi bahwa gempa tersebut memiliki kedalaman hiposenter yang dangkal, yakni Km. Episenter berada di koordinat Lintang LS dan Bujur BT, sekitar km di tenggara Sumenep.

 

Meski pusat gempa berada di perairan Laut Bali, telah dipastikan bahwa fenomena geologi ini tidak berpotensi memicu gelombang Tsunami, sehingga warga di pesisir diminta untuk tetap tenang namun waspada.

 

Kerusakan Terkonsentrasi: 42 Bangunan Luluh Lantak

Fokus kerusakan material terpusat pada rumah-rumah penduduk di Kecamatan Gayam dan Nonggunong.

1. Kecamatan Gayam: 22 Objek Rusak

 

 

Kecamatan Gayam tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling serius, dengan total objek bangunan terdampak. Desa Jambuir dan Desa Pancor menjadi lokasi terparah, di mana rumah teridentifikasi masuk dalam kategori Rusak Berat.

 

 

Di antara rumah yang mengalami Rusak Berat adalah milik Bapak H. Tahe di Dusun Gayam dan Mat Hawan di Dusun Jambuir Timur. Selain rumah warga, dua musala juga mengalami kerusakan, menambah daftar kerugian fasilitas umum di wilayah tersebut.

2. Kecamatan Nonggunong: 20 Objek Rusak

 

Sementara itu, Kecamatan Nonggunong melaporkan adanya objek bangunan yang rusak. Meskipun jumlah Rusak Berat lebih sedikit—terdata rumah yang roboh total—kerusakan di sini juga menjangkau fasilitas penting.

 

 

Selain rumah milik Bapak Sahri dan Bapak Sahna yang masuk kategori rusak berat, sejumlah fasilitas publik penting seperti masjid, musala, dan satu unit Sekolah Dasar Negeri (SDN) turut mengalami kerusakan di Desa Sokpas, Tanah Merah, dan sekitarnya.

Korban Luka Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

 

 

Hingga laporan ini dibuat, informasi mengenai korban jiwa (meninggal dunia) di kedua kecamatan dipastikan nihil. Ini merupakan kabar baik di tengah kerugian material yang signifikan.

 

 

Namun demikian, terdapat dua korban luka-luka yang tercatat di Kecamatan Gayam, yaitu:

  • Ikbal ( tahun): Menderita luka akibat pecahan kaca.
  • Ibu Sahria ( tahun): Mengalami luka di bagian tangan dan pipi kiri akibat tertimpa reruntuhan rumahnya.

 

 

Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana terus bekerja di lapangan untuk menyelesaikan proses pendataan dan menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya tidak lagi layak huni. Upaya penanganan darurat dan pemulihan akan segera diintensifkan.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *