Sumber Kirmata, Ladang PAD Yang Terabaikan

Terbit: 20 Mei 2016 | 03:33 WIB

MADURA EXPOSE–Obyek wisata yang tak kalah menarik adalah wisata mata air. Pergi ke mata air serasa menyatu dengan alam dengan kejernihan air dan suara khas gemericik air yang mungkin sulit anda temukan di daerah perkotaan. Jika anda berminat atau hanya untuk sekedar menghilangkan stress, anda dapat singgah di wisata mata air Kirmata. Obyek wisata ini terletak di Desa Saronggi Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep tepatnya 300 meter ke arah Barat dari kantor Kecamatan Saronggi.

Mata air Kirmata terletak di sebidang tanah milik H. Maskun. Pada awalnya tempat ini dimanfaatkan sebagai pengairan lahan pertanian. Mata air yang jernih ini juga dimanfaatkan untuk mandi, mencuci dan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah melihat bahwa mata air Kirmata ini memiliki potensi untuk dijadikan sebagai tempat wisata alam, sehingga kemudian dilakukan beberapa pengembangan oleh pemerintah setempat melalui dinas terkait. Di antaranya, dibangun tempat duduk di sekitar area untuk tempat istirahat para pengunjung, menata tempat pemandian sehingga terkesan lebih rapi tanpa meninggalkan unsur alaminya, menyediakan lahan untuk parkir sehingga mempermudah para pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, membangun kamar mandi dan toilet serta menyediakan perahu-perahu sebagai sarana wisata. Sehingga selain berenang, di mata air Kirmata ini wisatawan dapat naik perahu

Di mata air Kirmata ini juga ada petugas yang merawat dan mengelola wisata. Alhasil, dengan memberikan sedikit sentuhan tangan manusia pada mata air Kirmata, efeknya jumlah pengunjung pun terus meningkat.

Semakin meningkatnya jumlah pengunjung ke mata air Kirmata ini menimbulkan konflik antara pemilik tanah dan pemerintah. Pasalnya pemilik tanah menganggap nominal yang diberikan sebagai pembebasan lahan tidak sesuai. Sengketa ini terus berlanjut, hingga mengakibatkan wisata Kirmata yang dulu dengan segala fasilitasnya yaitu air jernih, perahu kecil dan tempat peristirahatan kini menjadi tak terurus sehingga wisatawan pun enggan datang ke wisata Kirmata.

Sangat disayangkan, jika hal ini terus berlanjut dan banyak pihak yang akan dirugikan. Khususnya para wisatawan yang hobi ke mata air Kirmata. Selamatkan wisata mata air Kirmata demi kepentingan masyarakat luas tanpa merugikan pihak manapun.[FiM]

[Sumber:firstmadura.wordpress.com]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *