4 Miliar Dolar raib, Yaman Terancam Bangkrut

0
994
Ist.Perampokan Bank

MADURA EXPOSE– Dana sebesar empat miliar dolar atau setara dengan Rp 53 triliun raib dari Bank Sentral Yaman di ibukota Sanaa, yang dikuasai pemberontak Husti. Hal itu membuat negara di Jazirah Arab itu di ambang kebangkrutan.

Kabar bobolnya Bank Sentral Yaman itu diungkapkan Menteri luar negeri Yaman Abdul Malik Al Mikhlafi kepada wartawan, Selasa (17/05). Mikhlafi tak menuding pihak manapun terkait raibnya uang di Bank Sentral itu.

Kondisi itu memperburuk kondisi Yaman, yang dilanda krisis kemanusiaan sejak pemberontakan yang dilakukan kelompok Syiah Hutsi. Sementara, sebelumnya negara itu telah dikenal sebagai negara termiskin di Jazirah Arab.

Mikhlafi juga menegaskan sikap pemerintah Yaman yang menunda pembicaraan damai dengan pihak Hutsi di Kuwait. Penundaan itu dilakukan setelah kedua belah pihak melakukan negosiasi selama satu bulan.

Langkah penangguhan pembicaraan yang diambil pemerintah Yaman itu merupakan kali kedua di bulan ini, dan disebut Mikhlafi sebagai kemunduran. “Saya meminta utusan PBB untuk tidak membiarkan pemberontak membuang-buang waktu, dan mendorong mereka mematuhi masalah-masalah mendasar sebelum melanjutkan pembicaraan,” ujar Mikhlafi.

Dia mengungkapkan bahwa kedua belah pihak hampir sepakat untuk melakukan pembebasan setengah tawanan dan narapidana sebelum bulan suci Ramadhan. Sebagai gantinya, pihak pemberontak Syiah Hutsi dan pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh harus mundur dari kota-kota yang mereka kuasai. Selanjutnya akan dilakukan pembentukan pemerintahan baru yang mewakili kedua pihak.

Menurut catatan PBB, krisis Yaman telah menyebabkan lebih dari 6.400 orang tewas. Sementara 2,8 juta orang lainnya harus mengungsi. Yaman pun diambang kebangkrutan akibat konflik yang dipicu oleh pemberontakan kelompok Syiah Husti, yang didukung oleh Iran.

Sumber : Al Arabiya
Sourch:kiblat.net
Penulis : Imam S.