
Sejarah Singkat
Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman resmi berdiri 10 Oktober 2014 dan merupakan perguruan tinggi Islam termuda di Sumenep Madura.
Sebenarnya, sejak tanggal 2010, di Raudlatul Iman sudah berdiri Sekolah Tinggi sebagai cabang Sekolah Tinggi Islam Al-Karimiyyah.
Perguruan tinggi inilah merupakan cikal bakal lahirnya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman.
Menengok ke belakang, ternyata berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman merupakan wujud kerinduan masyarakat Gadu Barat Ganding Sumenep akan adanya Perguruan Tinggi di daerah ini.
Pada tanggal 22 Agustus 2014 bertempat di Bataal Barat Ganding oleh Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Iman, para tokoh pendidikan, para pejabat dan pemuka masyarakat diselenggarakan pertemuan yang dipimpin KH. Sitrul Arsyih, MM, dibantu K. Sahli Hamid, M.Pd.I untuk membahas langkah-langkah persiapan pendirian Perguruan Tinggi. Pada pertemuan tersebut dibentuk formatur yang diketuai oleh KH. Hafid Syukri, MM.
Formatur membentuk Panitia, kemudian berhasil membentuk Panitia Persiapan Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman yang diketuai oleh K. Junaidi, M.Pd.I, yang kemudian disahkan dengan Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Raudlatul Iman Nomor 04/SK/YASPIRI/IX/2014 tanggal 01 September 2014.
Panitia Persiapan kemudian menjajagi hal-hal berhubungan dengan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman dengan mengadakan rapat pertama kali tanggal 21 September 2014.
Melihat kemampuan sumber daya manusia maupun fasilitas yang ada di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman, dan dari hasil studi kelayakan serta memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman kemudian menyusun proposal pendirian STIDAR dengan dua prodi yaitu Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) pada Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dan mendapat SK Izin Operasional Nomor 4647 tanggal 25 Agustus 2016.***



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)