STIDAR Sumenep Gelar Wisuda Perdana dan Dies Natalis Bersama 39 Wisudawan

0
395

Sumenep (Maduraexpose.com)–Untuk pertama kalinya Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (STIDAR) mengadakan perhelatan wisuda sekaligus Dies Natalis V yang dihadiri oleh Bupati Sumenep Bapak Ahmad Fauzi, SH. MH., jajaran pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Iman dan Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya Bapak Dr. HM. Yunus Abu Bakar, M.Ag. dan segenap pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Sumenep

Pergelaran wisuda tersebut bertempat di Graha Islamic Center Bindara Saod Sumenep diikuti oleh 39 wisudawan dan wisudawati dari dua program studi yakni Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) dan wali wisuda serta kalangan dosen Stidar.

Dalam sambutannya Ketua Senat KH. Sitrul Arsyih, MM menegaskan bahwa Stidar siap bersaing dengan perguruan tinggi lain sebagai tanggung jawab yang diemban untuk memajukan peradaban. Untuk itu Sitrul menyelipkan pernyataannya agar Pemkab Sumenep ikut mensupport baik moral maupun spiritual. “Saya titip Stidar kepada Bapak Bupati untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat” ungkapnya.

Di kesempatan lain Ketua Yayasan K. Sahli Hamid, M.Pd.I saat diwawancarai mengungkapkan bahwa perguruan tinggi yang ia kelola adalah berdasarkan kebutuhan masyarakat yang perlu diberdayakan secara lahiriah ataupun batiniah. “Selama ini masyarakat selalu terpinggirkan, sehingga kehadiran Stidar menjadi langkah solutif dalam rangka memberdayakan mereka melalui output lulusannya”. Pria kandidat doktor ini menambahkan bahwa prodi yang ada di Stidar sangat cocok dengan kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, Ketua Stidar K. Junaidi, MM, M.Pd.I berharap agar mahasiswa yang telah diwisuda dapat berkiprah dengan baik di masyarakat dan senantiasa menambah wawasan keilmuan. “Setelah anda lulus, banyak tugas menanti, untuk itu jangan pernah berhenti belajar bahkan lanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi”. Hal itu juga yang diungkapkan Sekretaris Kopertais dalam orasi ilmiahnya, agar mahasiswa yang diwisuda tidak menjadi beban baru bagi masyarakat sehingga dituntut kritis, kreatif dan inovatif sesuai tuntutan zaman.

HotNews:  Mahasiswi Fakultas Pertanian Prihatin Harga Garam Madura

Penulis: R.Mas Zamzami
Editor/Red: Ferry Arbania