Status WhatsApp “Aperrean Onggu Para Janda” Berbuntut Panjang, Begini Penjelasan Ketua LBH Sakera

Terbit: 3 Januari 2024 | 00:07 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Unggahan Status WhatsApp milik NS yang diduga seorang tokoh dianggap melecehkan kehormatan kaum ibu yang saat ini berstatus janda alias tak lagi memiliki suami.

NS diduga merupakan ketua anak cabang disalah satu organisasi besar. Sejumlah pihak menyayangkan postingan status dirinya karena dianggap telah meneyerang kehormatan kaum janda di Sumenep.

“Persoalannya itu berawal dari status WhatsApp milik NS yang dianggap merendahkan atau melecehkan kaum janda. Di Sumenep itu kan ada GWC, organisasinya yang meminta agar NS meminta maaf secara terbuka,” demikian Safrawi Advokat IAA yang juga Ketua LBH Sakera.

Menurut pengacara yang juga Alumnus Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk ini menjelaskan, Organisasi Perempuan Great Widow Comunity (GWC) didalamnya merupakan muslimat bersatus janda.

“GCW masih memberi kesempatan kepada NS untuk meminta maaf secara terbuka kepada anggota GWC.Dan melakukan konsultasi hukum di LBH IAA, karena saya pengacaranya juga,” imbuh Safrawi.

Sebelumnya, Ketua I Bidang Pemberdayaan Perempuan organisasi GWC Sumenep Faizah Umar kepada wartawan menjelaskan, terkait dugaan pelecehan terhadap anggoat GWC yang dilakukan NS melalui status Whatsap miliknya diketahui pertama kali oleh anggotanya.

Hal itu membuat GWC merasa tersinggung dengan stau WhatsApp NS tersebut.
“Awalnya cuitan itu diketahui anggota Great Widow Community yang berteman secara kontak Whatsapp dengan NS. Kemudian di screensot dan dikirim ke salah satu anggota GWC,” terang Faizah kepada wartawan.

Setelah itu, lanjut Faizah, Pengurus GWC Sumenep menghubungi NS untuk mengklarifikasi maksud dan tujuan di Status Whatsap miliknya.

“Waktu itu, NS bersedia untuk meminta maaf dan mengklarifikasi. Tapi, ditunggu sampai 1×24 jam belum ada,” imbuhnya didepan awak media.

Adapaun unggahan Status WhatsApp NS yang diduga melecehkan organisasi kalangan janda itu berbahasa Madura. ” puru tao jek bede komunitas janda, aperrean onggu para janda.” [fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *