Soal Pesawat Perintis Trunojoyo, Banyak Pejabat Sering ‘Membangkang’

0
886
Ilustrasi/Istimewa

Sumenep, Madura Expose- Secara mengejutkan, Achmad Fauzi yang saat ini mendampingi Busyro Karim sebagai Wakil Bupati Sumenep membeberkan banyaknya pejabat dilingkaran SKPD Pemkab yang membangkang atau tidak menjalankan “perintah” atasan sebelumya terkait perjalanan dinas dengan menggunakan pesawat perintis melalui Bandara Trunujoyo, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pria yang lebih karib disapa Uji ini akan mewajibkan setiap perjalanan dinas ke luar kota agar menggunakan jasa penerbangan perintis yang saat ini menggunakan jenis pesawat Airfast Indonesia Twin Otter DHC 6-300. Pihaknya berharap seluruh SKPD tidak lagi menggunakan mobil atau kendaraan jalur darat sebagai dukungan terhadap program pemerintah daerah.

“Selama ini banyak pimpinan SKPD (saat perjalanan dinas) tidak memanfaatkan fasilitas penerbangan perintis yang sudah disubsidi pemerinta pusat sebesar Rp 5,1 miliar. Jangan sampai subsidi itu dicabut, karena untuk mendapatkannya sangat sulit”, ujarnya kepada awak media, Jum’at (4/3/2016).

Achmad Fauzi bersama istri/Istimewa
Achmad Fauzi bersama istri/Istimewa

Menurut Uji, sejauh ini ada sekitar 200 bandara yang melayani penerbangan perintis yang berebut subsidi dari pemerintah pusat. Namun dari angka yang sangat fantastik tersebut, hanya 20 pengelola penerbangan perintis yang terakomodir.

“Salah satunya adalah penerbangan perintis Bandara Trunojoyo Sumenep ini. Kalau ini tidak didukung oleh pimpinan SKPD, saya khawatir subsidinya akan dicabut. Kalau sampai dicabut, maka untuk mendapatkannya lagi pasti jauh lebih sulit dari sebelumnya”, imbuhnya.

Dalam rangka mengembangkan penerbangan perintis di Bandara Trunojoyo Sumenep , lanjut Uji, tak cukup hanya dibebabankan kepada pemerintah.

“Yang paling berperan sebenarnya adalah kawan-kawan jurnalis untuk meng-expose penerbangan aktivitas penerbangan. Karena selama ini masih belum banyak tahu. Bahkan sejumlah teman di Jakarta mengaku kaget setelah kami beritahu kalau di Sumenep ada Bandara yang sudah beroperasi”, bebernya merinci.

Pesawat perintis Susi Air saat mendarat di Bandara Trunojoyo Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Foto: Ferry Arbania/MaduraExpose.com)
Pesawat perintis Susi Air saat mendarat di Bandara Trunojoyo Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Foto: Ferry Arbania/MaduraExpose.com)

Pihaknya yakin, jika media massa di Sumenep terus menerus memberitakan secara positif, pria yang lama tinggal di Jakarta ini optimis penerbangan perintis akan berkembang pesat.

“Nanti saya sampaikan ke Dinas Kominfo dan Dishub untuk lebih memaksimalkan promosi dan publikasi penerbangaan ini lewat media massa”, pungkasnya. [Ferry Arbania]