SMK Raudlatul Iman Gelar Seminar Regional, “Membangun Karakter Wirausaha Santri Milenial”

0
219
Ketua Umum Yayasan Raudlatul Iman Sumenep Dr. (Cand) K. Sahli Hamid, M.Pd.I

Sumenep (Maduraexpose.com)–Berpusat di Aula SMK Raudlatul Iman, hari ini 19/11/2021 OSIS SMK Raudlatul Iman melaksanakan Seminar Kewirausahan dengan tema “Membangun Karakter Wirausaha Santri Millenial” yang diikuti seluruh lembaga MA/SMK Sederajat Se-Kecamatan Ganding.

SMK Raudlatul Iman yang yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dengan jurusan Agrobisnis program studi TPHP (Teknik Pengolahan Hasil Pertanian) merasa terpanggil untuk memacu siswanya yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatul Iman agar mempunyai jiwa dan spirit kewirausahaan dengan menghadirkan Bapak Muzanni, MM enterpreneur dan miliyuner muda dari Kabupaten Sumenep.

Selain dewan guru juga hadir, kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Yayasan Dr. (Cand) K. Sahli Hamid, M.Pd.I yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Iman Gadu Barat Ganding Sumenep. Dalam pengarahannya beliau mengajak para santri agar berjuang menanam semangat wirausaha sejak saat ini untuk menyambut masa depan yang lebih bermaka.

“Gairah wirausaha harus dibangun sejak awal, karena tidak ada satupun ayat maupun hadits yang mengajak untuk miskin, bahkan Nabi SAW bersabda : “Nyaris kefakiran dapat menyebabkan kekufuran”. Nabi sendiri sudah berdagang sejak masih berusia 12 tahun. Mental orang Indonesia itu lebih kepada ‘enggih kawulo gusti’ karena dijajah lebih dari 350 tahun, maka yang terpikir ingin jadi PNS tidak ingin menciptakan peluang kerja sendiri. Sampeyan boleh menjadi ASN atau PNS tapi maknanya Pencari Nafkah Serabutan” ungkapnya sambil berseloroh yang disambut tawa lebar peserta yang hadir.

Selanjutnya beliau menegaskan singkatan dari NKRI “NKRI itu singkatan dari :
Negeri yang subur
Kutanam pepohonan yang menjamur
Rawatlah agar menjamur
Itulah mencintai Indonesia lur”

Kiai yang juga penyair tersebut berharap akan lahir dan tumbuh jiwa-jiwa enterprenur dari pesantren yang disebut dengan istilah “santripreneur” yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2013. “Kita bisa mencontoh Kiai dan Bu Nyai yang menunjukkan mental wirausaha untuk membiaya pesantren dan keluarganya. Sesuai dengan istilah wira adalah berani, jadi wirausaha adalah gairah usaha atau pelaku usaha. Ini pula yang sedang dirintis Pondok Pesantren Raudlatul Iman saat ini dengan membangun Cafe ASOKA” tandas Kiai Sahli memungkasi pengarahannya sekaligus membuka acara.

Sedangkan Kepala SMK Raudlatul Iman Bapak Abd Rahem, S.Pd.I dalam sambutannya menyatakan, bahwa orang Indonesia lebih suka menjadi buruh daripada menjadi pengusaha, maka menurutya mengapa orang Indonesia sulit untuk kaya, berbeda dengan orang barat yang menjalani hidupnya dengan berwirausaha sehingga menjadi negara yang maju. (Fathol Bari)

HotNews:  Pemdampingan Vaksinasi Oleh Babinsa Demi tercapainya Herd Immunity