SUMENEP – Semangat menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI-Polri. Kegiatan penanaman padi bersama yang berlangsung meriah di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Sumenep, pada Rabu (10/12/2025) pagi, menjadi simbol sinergi antarinstansi.
Acara yang dipusatkan di lahan pertanian Desa Gunggung tersebut tidak hanya fokus pada proses tanam, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi antara petani dan pemangku kebijakan.
Pejabat Turun Langsung, Bantuan Pupuk Disalurkan
Sejumlah pejabat tinggi dan tokoh penting hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmen Pemkab dan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) terhadap sektor pertanian. Hadir di lokasi, Wakil Bupati Sumenep KH Hasyim, M.H, didampingi Dandim 0827 Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, Wakapolres Sumenep Kompol Ade Masyhur S.I.K, serta Ketua Gerbang Tani Ani Indrayani.
Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan pertemuan bersama Gerbang Tani dan penyaluran bantuan pupuk kepada kelompok tani. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi petani dan memastikan kelancaran musim tanam 2025.
Komitmen TNI Jaga Stabilitas Pangan
Dandim 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, menegaskan peran aktif TNI dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah.
“Kami ingin pastikan petani di Sumenep punya dukungan maksimal, mulai dari pendampingan hingga percepatan tanam. Ini salah satu kunci menjaga stabilitas pangan,” ujar Dandim Bendi.
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi adalah modal utama untuk mencapai target produktivitas pertanian yang optimal. Sinergi ini melibatkan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), pemerintah daerah, penyuluh, hingga jajaran keamanan.
“Gapoktan, pemerintah daerah, penyuluh, sampai TNI–Polri semua bergerak bareng. Kalau sinerginya kuat, hasilnya juga pasti lebih bagus,” ungkap Dandim.
Antusiasme Petani dan Kebersamaan
Suasana kegiatan berjalan produktif, ditandai dengan antusiasme tinggi dari para petani dan perangkat desa. Penyaluran bantuan pupuk disambut baik karena meringankan biaya operasional, sebuah langkah nyata pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani.
Acara ditutup dengan obrolan santai yang memperkuat hubungan kemitraan antara pejabat, petani, dan Gerbang Tani. Momen ini diharapkan tidak hanya mempercepat musim tanam, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan Sumenep lumbung pangan yang stabil.







