Silaturahmi Penuh Berkah KAPROWI di Situbondo: Menyegarkan Kembali Tali Persaudaraan Bani Rowi

Terbit: 26 November 2025 | 10:52 WIB

SITUBONDO) – Rangkaian upaya mempererat tali silaturahmi menjelang Haul Agung ke-9 Kiai Muhammad Rowi terus berlanjut. Tim Inti Pengurus Kompolan Pengurus Potoh Kiai Rowi (KAPROWI) melanjutkan safari dengan mengunjungi kediaman salah satu keturunan Kiai Rowi (GherAssem) di Situbondo, Nyai Farhatin Masruroh, yang merupakan keturunan ketujuh dari ulama besar tersebut.

Pada malam yang damai, sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan KAPROWI tiba di kediaman Nyai Farhatin Masruroh di Kapongan, Sletreng, Situbondo. Kehangatan dan kekeluargaan langsung terasa saat Nyai Farhatin, didampingi suami, anak-anak, dan Ibundanya, menyambut kedatangan tamu dari Sumenep.

Mata Air dan Keberkahan Silaturahmi

 

Setelah beramah tamah sejenak, tim inti KAPROWI yang dipimpin oleh Kiai Sahli Hamid menyampaikan maksud kedatangan, yaitu menyerahkan undangan resmi Haul Agung ke-9 Kiai Muhammad Rowi.

Di tengah perbincangan yang hangat, Kiai Sahli Hamid tiba-tiba meminta Nyai Farhatin untuk mengambilkan air asli dari mata air yang terletak di rumah tersebut—sebuah air yang dikenal sangat bening dan menyegarkan. Rasa penasaran pun muncul di kalangan rombongan yang lain.

Air asli Situbondo yang benar-benar jernih dan segar tersebut dinikmati ramai-ramai, menjadi simbol kesucian dan keberkahan dalam pertemuan keluarga besar ulama ini. Selain itu, Nyai Farhatin juga menyajikan makanan khas Saletreng dan buah kelengkeng segar yang baru dipetik dari kebunnya, menambah hangatnya kebersamaan.

Puncak Perjuangan Haul Agung ke-9

 

Keesokan harinya, setelah sarapan pagi, tim KAPROWI menyerahkan sejumlah undangan Haul Agung ke-9 Kiai Rowi untuk Nyai Farhatin dan saudara-saudara keturunan lainnya di Situbondo. Momen ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan masjid setempat, menandakan komitmen bersama untuk melanjutkan perjuangan dan dakwah.

Haul Agung ke-9 Kiai Muhammad Rowi sendiri telah ditetapkan akan diselenggarakan pada Minggu, 1 Februari 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Acara suci ini akan dipusatkan di Pondok Pesantren Puncak Darussalam, Palengaan, Pamekasan.

Kegiatan Haul adalah tradisi Islami yang mulia, momentum penting bagi seluruh dzurriyah (keturunan), santri, dan umat Islam untuk mengenang keteladanan, mengambil ibrah, dan memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah. Kehangatan yang terjalin di Situbondo ini diharapkan menjadi berkah dan penyemangat bagi suksesnya penyelenggaraan Haul Agung mendatang, demi menghormati pewaris Nabi dan melanjutkan semangat amal saleh. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *