Pengacara Muhammad Al-Khaththath, Ahmad Michdan, menilai sikap diskriminatif aparat kepolisian ini sudah terlihat vulgar. Publik bisa menilai ketika terdakwa kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diperlakukan berbeda dengan terdakwa penistaan agama yang lain.

“Yang lain sudah berstatus terdakwa langsung ditahan, bahkan ada yang berstatus tersangka pun sudah ditahan,” ujar Michdan, Jumat (7/4).

Kuasa Hukum dari Tim Pembela Muslim, Ahmad Michdan (tengah) memberikan keterangan pada wartawan usai melakukan pendampingan pemeriksaan terhadap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jum’at (31/3).

Karena itu Tim Pengacara Muslim ini melihat cara-cara polisi terhadap kliennya ini sangat diskrimatif. Termasuk kepada pihak lain yang dituduh makar hanya karena menolak sosok Ahok.

“Publik bisa melihat tuduhan makar polisi kepada aktivis Sri Bintang Pamungkas, tidak terbukti akhirnya dibebaskan juga. Sampai akhirnya Sri Bintang membawa persoalannya ke Mahkamah Internasional,” tegasnya.

Akhirnya, kata dia, semua ini menjadi cermin kinerja polisi yang tidak baik di mata publik. Ia mengibau kepada polisi agar menghentikan sikap diskriminatif terhadap ulama dan umat Islam. Penegakkan hukum itu mutlak ditegakkan, tapi harusnya tidak diskriminatif dan serampangan.

[ROL]