MADURA EXPOSE- Sidang Paripurna Reses anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlangsung di ruang Paripurna DPRD Sumenep, Kamis (31/12/2015). Masing-masing fraksi menyampaikan hasil reses di depan anggota dan pejabat Pemkab Sumenep.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Menariknya, berdasarkan pantauan Berita Fajar di ruang Paripurna DPRD Sumenep, sejumlah kursi yang seharusnya di tempati anggota DPRD Sumenep terlihat kosong tanpa wakil rakyat. Namun, tidak ada yang mau memberikan keterangan alas an sejumlah anggota DPRD tidak menginkuti rapat tersebut.

Namun, meski beberapa anggota DPRD tidak terlihat di kursi ruang paripurna itu, sidang Paripurna reses tetap berlanjut. Mungkin saja, tetap dilanjutkan karena anggota yang hadir lebih dari 50 persen.

Sementara, di luar gedung DPRD Sumenep, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Demokrasi (FMD) menggelar aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Sumenep, Kamis (31/12/2015). Kedatangan mahasiswa untuk menilai kinerja wakil rakyat selama satu tahun.

Berdasarkan pantauan Berita Fajar, mahasiswa menggelar aksi mulai depan Masjid Agung Sumenep menuju ke depan gedung DPRD di Jalan Tronojoyo Sumenep. Mereka membawa beberapa poster kecaman dan berorasi di depan gedung wakil rakyat.

Dalam orasinya, Andik, korlap aksi menegaskan, DPRD Sumenep mempunyai fungsi sebagai legislasi, bugedting, dan controlling. Tetapi, kini mereka tidak bekerja sebagaimana mestinya. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Sumenep yang masih sangat rendah.

”Dalam hal legislasi, DPRD Sumenep telah gagal mencapai target pembuatan Peraturan Daerah (perda). Padahal, mereka menargetkan 26 Raperda yang harus diselesaikan. Namun, nyatanya hanya 7 raperda yang mereka selesaikan,” tandasnya.

(bus)