Siapa Bertanggung Jawab Rusaknya Proyek Tangkis Laut Senilai Rp 40 Miliar

0
521
Ist/net

#Proyek tanggul penahan ombak di pesisir pantai Pamekasan ini diduga hanya menggunakan material tanah dibungkus sak [Sumber foto:Istimewa]
Pamekasan (Madura Expose)— Beberapa waktu lalu, Bupati Pamekasan Achmad Syafii meninjau langsung lokasi tanggul penahan ombak yang terletak di Desa Tolonto Rajah, Kecamatan Pasean dan Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Proyek Rp 40 miliar yang bersumber dari dana direktif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkunjung ke Pamekasan pada tahun 2013 itu telah hancur sebelum waktunya. Diduga karena pengerjaannya jelek dan tidak maksimal. Awalnya, pembangunan tanggul itu dibangun atas permintaan masyarakat guna mencegah terjadinya abrasi pantai di kawasan tersebut.

Usut punya usut, jeleknya pembangunan tanggul di Desa Tolonto Rajah karena diduga ulah dari oknum warga setempat yang diduga sengaja mencuri kawat beton tanggul yang berfungsi sebagai penahan ombak. Hal itu disampaikan Bupati Syafii beberapa waktu lalu saat meninjau lokasi proyek.

“Maunya mereka (oknum warga) mencuri kawat beton tanggul yang berfungsi sebagai penahan ombak itu apa?. Padahal yang minta dibangunkan tanggul itu khan masyarakat sendiri”, terangnya kepada awak media.

Sekadar mengingatkan, sejak awal dibangun, pengerjaan tanggul penahan ombak itu kerap menuai protes warga karena sebagian tanggul sudah mengalami rusak sebelum pekerjaan selesai. Berbagai sumber yang dirangkum menyebutkan, rusaknya tanggul dalam waktu seumur jagung saat itu karena tanggul penahan ombak yang dipasang, hanya menggunakan bahan material dari tanah liat yang kemudian dibungkus sak menyerupai beton.(***)

Editor: Ferry Arbania
Sumber:——