Sesaknya Pemberitaan Bupati, Pengamat: Bukti AF Bukan Politisi Kaleng-Kaleng

Terbit: 7 Juni 2022 | 04:54 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)— Kemenangan paslon Achmad Fauzi (AF)-Dewi Khalifah dalam pilkada Sumenep 2020 disinyalir masih menyisakan ‘rasa pahit’ bagi segelintir kalangan.

Hal itu disampaikan oleh Baihaki AS, Analis Politik dari Sumekar Network menyikapi adanya kritik terhadap masifnya pemberitaan Safari Kepulauan Bupati dan Wabup Sumenep. Menurutnya, gaya kepemimpinan Bupati Fauzi lebih terlihat sederhana dan jauh dari menampilkan sikap pemimpin yang elitis dan seremonial.

“Kenapa pemberitaan Bupati Fauzi saat Safari Kepulauan terlihat lebih massif dibandingkan Bupati pendahulunya, itu terjadi karena sejak dilantik selalu tampil sederhaan dan jauh dari elitis dan seremonial. Makanya wajar dong kalau diminati oleh kalangan kuli tinta,” ujarnya.

Selain itu, Baihaki juga menilai pengalaman Jurnalistik Bupati Fauzi masih melekat dalam dirinya sehingga kepekaannya dalam menyikapi setiap persoalan yang pro dan kontra sekalipun dihadapi dengan tenang dan bijak, termasuk soal sesaknya pemberitaan.

“Bupati Fauzi itu kan pernah jadi wartawan, jadi dia tau persis dalam membaca selerea para wartawan. Maka salah besar kalau kemudian ada yang menilai monopoli publikasi,” imbuhnya.

Disinggung apakah minimnya pemberitaan Wakil Bupati dalam acara Safari Kepulauan ada unsur kesengajaan atau tidak, pihaknya mengaku hal itu sebuah dramtisir pihak tertentu.

“Nggak ada itu (diskriminasi publikasi,Red). Nyatanya Wabup tidak pernah protes hal itu. Saya menduga ada pihak tertentu yang sengaja ingin memantik kegaduhan dengan membuat opini seolah-olah ada diskrimanasi publikasi,” tandasnya.

Selain itu pihaknya menduga adanya pihak-pihak tertentu yang selama ini ingin membuat kegaduhan politik dengan cara membentur-benturkan Bupati dengan Wabup.

“Ada pihak tertentu yang bisa jadi belum move on atas kemenangan Fauzi-Eva. Cuma sayangnya upaya membenturkan Bupati dengan Wabup gagal terus khan. Ya, nyatanya memang nggak ada faksi, mereka berdua kompak. Sulit loh cari Wabup yang tidak offside,” timpalnya menambahkan.

Pihaknya juga menyarankan para pendukung Bupati dan Wabup agar tidak merespon berlebihan adanya
‘tabur isu’ yang seolah-olah hendak membuat opini hubungan Bupati Fauzi dan Wabup Eva sedang tidak akur. Termasuk soal pemberitaan safari kepulauan.

“Intinya, Bupati Fauzi itu bukan politisi kaleng-kaleng dan Nyai Eva itu politisi senior yang sudah kebal gossip,”pungkasnya. [FA/ME]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *