
Sumenep (MaduraExpose.com)- Komitmen Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Ahmad Shadik dipertanyakan banyak kalangan dalam menuntaskan sejumlah persoalan seperti regrouping SDN Tambaksari III yang diduga kuat tidak memenuhi syarat untuk tetap dipertahankan karena jumlah muridnya yang tidak mencapai 20 orang.
Bahkan pantauan MaduraExpose.com, ada beberapa siswa di SDN Tambaksari III masih usia PAUD/Play Group yang dipaksakan menjadi siswa disekolah tersebut hanya untuk memenuhi kuota siswa. Hal ini membuat tokoh masyarakat setempat menganggap kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Ahmad Shadik tidak serius menangani dunia pendidikan.
“Apalagi yang ditunggu Pak Shadik itu kok belum juga memberikan tindakantegas. Kalau memang jumlah siswa di SDN Tambaksari III tidak memenuhi syarat, harusnya tegas dong.Jangan tutup mata begitu. ”, terang Baihaki Wasik, Pengamat Pendidikan dari Madura Institute Sumenep, Minggu (12/10/2014).
Menurutnya, jika memang jumlah murid dibawah 20 orang, sebaiknya kepala dinas pendidikan Sumenep harus mengambil sikap tegas dengan menutup sekolah tersebut. Itu penting karena berkaitan dengan sejumlah dana yang mengucur dari pemerintah, seperti bantuan siswa miskin (BSM) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan lainnya.
“Apalagi saya baca di media ini, ada pengakuan dari pihak Kepala SDN Tambaksari III kalau jumlah muridnya memang sangat minim. Tetapi kalau Kepala Disdik takut bertindak tegas, ini pasti ada hal yang perlu kita curigai bersama”, tandasnya.
Sementara Ahmad Shadik, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep berkali-kali dikonfirmasi terkait persoalan SDN Tambaksari III terkesan selalu menghindar. Dan tak jarang sering mengalihkan pembicaraan.
Sebelumnya, Drs Muhammad Ircham, Kepala SDN Tambaksari III kepada MaduraExpose.com mengakui jika jumlah muridnya memang sangat sedikit dan bahkan anak yang belum masuk usia sekolah dasar juga aktif menjadi siswa di pegunungan tersebut.
“Jumlah murid terus menyusut setelah banyak MI disini masuk pagi”, ujar Drs Muhammad Ircham, Kepala SDN Tambaksari III, baru-baru ini.
Untuk diketahui, kasus adanya SDN Tambaksari III tidak memenuhi kuota murid diketahui setelah Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) melakukan sidak ke sekolah tersebut beberapa waktu lalu.
(fer/mex)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)