
SUMENEP, MADURA EXPOSE- Penyegelan Sekolah Dasar (SD) Negeri Bancamara II, Kecamatan Dungkek, Pulau Giliyang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, oleh sejumlah warga yang mengklaim sebagai ahli waris tanah, Senin (17/9/2018) malam, berdampak terhadap proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Pasalnya, dari penuturan kepala sekolah, hasil koordinasinya dengan Dinas Pendidikan, bahwa proses KBM harus terus dilanjutkan, dengan cara mencari alternatif tempat.
“KBM harus tetap berlangsung, ya walaupun numpang-numpang lah, kita laksakanan pembelajaran sementara di balai desa,” tutur Kepala Sekolah SDN Bacamara II, Imam Dainuri dihubungi melalui sambungan selulernya, Selasa (18/9/2018) siang.
Dijelaslan, sebanyak 62 siswa sekolah dasar tersebut, kini harus belajar di balai desa tanpa alas, karena duduk dilantai dan teras balai desa setempat. Sejumlah wali siswa tampak mendampingi di sekitar balai desa.
“Siswa SDN Bancamara II seluruhnya 62 mas, guru PN dua, 8 tenaga honorer termasuk penjaga sekolah dan kontrak, totak ada 10 orang, numpang-numpang di balai desa lah dulu proses belajarnya,” imbuhnya.
Kendati demikian, Imam mengaku tidak dapat berbuat banyak, karena tugasnya hanya sebagai penanggungjawab sekolah, pihaknya tidak menampik, sebelumnya ada pihak yang mengaku sebagai ahli waris menemuinya.
“Ibarat mobil saya hanya sopirnya, jadi tidak bisa berbuat banyak, saya cuma menyampaikan ke kepala Desa, melaporkan ke Dinas Pendidikan, sudah sering saya sampaikan ke Dinas, bahak kemarin saat monitoring tiga instansi (Inspektorat, Disdik dan DPPKA) itu, saya serahkan saja ke mereka dokumen sekolah yang ada,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sekolah Dasar Negeri Bancamara II, Kecamatan Dungkek, Pulau Giliyang, Sumenep, disegel sejumlah warga desa setempat, Senin (17/9/2018) malam. Mereka mengklaim sebagai ahli waris atas tanah yang ditempati bangunan sekolah tersebut.
Ahli waris menutup pagar gerbang sekolah menggunakan palang yang terbuat dari bambu. Selain itu diatasnya bertuliskan “Tanah Ini Milik Ahli Waris Munahyon Kohir No 1096 Persil No 44 Kelas 1D dengan luas kurang lebih 0162 ha (1620M2) tertulis atas nama Bakin sejak didirikan Gedung SDN Bancamara II, belum ada pembayaran hak tanah dan dari tahun 1961 hingga 2018 dikuasai oleh Dinas Pendidikan Sumenep”.
Selain itu, ahli waris juga menyegel semua ruangan sekolah tersebut dengan menggunakan sebilah bambu yang dipaku. Sehingga tidak satupun warga yang bisa masuk ke ruangan tersebut termasuk anak sekolah.
“Benar, yang menyegel itu katanya bagian dari ahli waris,” kata Kepala Desa Bancamara Alwi saat dihubungi melalui sambungan teleponnya.
Menurutnya sekitar dua tahun silam, Munahyun telah menunjukan bukti kepemilikan lahan yang saat ini diatasnya terbangun gedung SDN Bancamara II. Bahkan saat itu juga sempat akan melakukan penyegelan. Namun aksi itu bisa dihentikan karena adanya mediasi.
“Saya juga ke Dinas Pendidikan dan Camat untuk meminta agar persoalan itu segera diselesaikan. Karena saya juga tidak tahu apakah tanah itu ditempati sekolah dengan akad sewa atau kontrak kami tidak tahu,” jelasnya.
Hanya saja, hingga tahun 2018 belum ada kejelasan dari Dinas Pendidikan. Sehingga ahli waris melakukan penyegelan. “Mungkin sudah memuncak, maunya dia segel. Kami hanya kasihan karena yang menjadi korban adalah siswa,” tegas Alwi.
Dilihat dari dokumen yang ada, kata Alwi Munahyun masih masuk salah satu ahli waris. Tanah tersebut katanya atas nama Amsil. Sementara Amsil memiliki empat saudara termasuk orang tua Munahyun. Namun ketiganya tidak memiliki keturunan.
“Yang memiliki anak hanya orang tuanya munahyun itu. Kami harap persoalan ini segera diselesaikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A. Shadik melalui Kabid Dikdas belum bisa memberikan penjelasan kepada media, saat dihubungi mengaku sedang rapat.
“Maaf sedang rapat ini,” katanya singkat langsung menutup sambungan telepon. (pan/aji/fer)

![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)
