Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE– Entah apa yang ada dalam pikiran para pejabat yang tetap ngotot menggelar kontes atau Festival Sapi Sonok hari ini.

Padahal, ratusan warga Sapudi masih dalam suasana berkabung akibat gempa yang meluluh lantakkan pemukiman warga, dimana ratusan rumah mengalami rusak dan beberapa warga meninggal dunia.

Ironisnya lagi, Festival Sapi Sonok yang dihelat dalam rangka program Visit Sumenep 2018 itu justru gagal memikat wisatawan untuk hadir dalam event yang digelar di lapangan Giling, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu 13 Oktober 2018.

Gagalnya panitia menyedot perhatian wistawan ini, menjadi tamparan keras untuk Bupati, Diskominfo, Disbudarpora dan juga Humas Pemkab yang miskin ide dan promosi.

“Jika targetnya bagaimana menghadirkan wisatawan dengan pelaksanaan Sapi Sonok, ini belum berhasil,” demikian Bupati Busyro “menampar” penyelenggara melalui sambutannya, Sabtu.

Buayro bilang, sebelum ada “Visit Sumenep 2018”, pagelaran sapi sonok sudah biasa digelar, bahkan ditingkat kecamatan.

“Tetapi dengan adanya event visit diharapkan para wisatawan bisa masuk ke Sumenep, sehingga ada nilai ekonomis lebih untuk masyarakat Sumenep sendiri,”sindir Busyro.

Saking kesalnya, suami Nurfitriana ini juga menyinggung perlunya pemasangan baliho maupun spanduk sebagai sarana promosi dan informasi seolah-olah dilamatkan kepada panitia penyelenggara, yang dalam hal ini mengarah kepada Diskominfo, Disbudparpora dan Humas Pemkab Sumenp yang juga hadir ditempat acara.

“Yang begini ini nih, selalu terlambat. Akhirnya yang datang hanya yang punya sapi, orang yang hobi terhadap sapi, tapi dari Jakarta tidak ada yang datang, dari Jogya misalnya tidak ada, untuk melihat Festival Sapi Sonok,” timpal Busyro dengan raut wajah sangat kecewa. (fan/fer)

HotNews:  Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal