Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep (Madura Expose)—- SF (35) yang menjadi  saksi paslon nomor urut 2 Zainal Abidin-Dewi Khalifah di PPK Kecamatan Lenteng, Sumenep mendapat teror  dan ancaman akan dibunuh  karena telah melakukan verifikasi daftar pemilih yang diduga banyak yang sudah meninggal, Sabtu Sore (12/12/2015).

“Yang ngancam saya itu namanya KR (inisial) Warga Desa Banaressep, Kecamatan Lenteng. Dia mengancaman akan membunuh saya karena telah melakukan pencocokan DPT ke bawah”, terang SF kepada Maduraexpose.com, Sabtu Malam.

Karena mendapat teror dan ancaman bunuh, SF langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib untuk di proses sesuai hukum.

Sementara A.Warist, Ketua KPU Sumenep, saat dikonfirmasi via SMS ke nomor ponsel pribadinya masih belum memberikan tanggapan. Begitu juga dengan pihak komisioner Panwaslih yang dihubungi mengaku belum menerima laporan adanya terror sekaligus ancaman yang berkaitan dengan Pilkada tersebut.

“Belum ada laporan Mas. Coba sampean konfirmasi ke KPU Sumenep”, terang Zamrud Khan.

 

FERRY ARBANIA