Said Abdullah, Maestro Anggaran DPR RI: Dari Sumenep, 5 Periode Ukir Sejarah Nasional

Terbit: 17 Juli 2025 | 09:53 WIB

Di lorong-lorong megah Gedung DPR RI Senayan, di mana setiap angka dan setiap garis kebijakan digodok, ada sesosok pria dengan pembawaan tenang namun berwibawa.

Dialah MH Said Abdullah, putra asli Madura yang kini memegang kendali salah satu pos terpenting di parlemen: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Lebih dari sekadar jabatan, Said Abdullah adalah kisah nyata tentang ketekunan, dedikasi, dan sebuah perjalanan panjang dari tanah kelahirannya hingga menjadi politisi senior lima periode yang dicintai rakyat.

Lahir di Sumenep pada 22 Oktober 1962, Said Abdullah tumbuh besar di Bumi Garam, menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di SDN 1 Kepanjin, SMP Ma’arif, hingga SMAN 1 Sumenep. Lingkungan pondok pesantren dan kultur Madura yang kental dengan nilai-nilai religius dan kerja keras, seolah membentuk karakter awal sang pemimpin. Ia bukan datang dari keluarga aristokrat politik, melainkan menempa diri dari akar rumput.

Penempaan Diri: Dari Saudi hingga Kancah Bisnis
Jejak pendidikan Said Abdullah membawa kita pada sebuah persimpangan yang menarik. Dari Madura, ia terbang jauh menimba ilmu ke Universitas Imam Saud Saudi Arabia, menyelesaikan studi diploma antara tahun 1982 hingga 1984. Sebuah bekal ilmu agama yang kental, berpadu dengan wawasan global.

Sekembalinya ke Tanah Air, semangat belajarnya tak pernah padam. Ia melanjutkan studi hukum di Universitas Merdeka Surabaya, lulus pada tahun 2021, kemudian mendalami magister hukum di Universitas Merdeka Malang hingga 2023. Perjalanan akademisnya yang terus berlanjut hingga usia matang ini menunjukkan betapa ilmu adalah cahaya yang tak pernah pudar baginya, bahkan di tengah kesibukan politik yang tak berujung.

Sebelum namanya berkibar di Senayan, Said Abdullah juga pernah mencicipi pahit manisnya dunia bisnis. Ia menjabat Manajer Operasi di PT Sinar Agung Pratama (1993-1996) dan Manajer Marketing di CV Bangun Arta (1997-2005). Pengalaman di sektor riil ini, bisa jadi, memberinya pemahaman praktis tentang ekonomi dan pengelolaan sumber daya, bekal berharga yang kelak sangat relevan dengan tugasnya sebagai Ketua Banggar.

Merajut Jalur Politik: Dari Ranting Lokal ke Pusat Kekuasaan
Kiprah politik Said Abdullah tak dimulai dari puncak, melainkan dari dasar. Ia meniti karier dari tingkat lokal, dipercaya menjadi Ketua DPC Banteng Muda Indonesia Kabupaten Sumenep (1982-1985). Langkah ini diikuti dengan menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep (1983-1988), kemudian naik menjadi Wakil Ketua DPC PDI Sumenep (1988-1992). Jejak ini menunjukkan sebuah proses kaderisasi yang matang, membangun loyalitas dan pemahaman mendalam terhadap partai tempatnya bernaung.

Di tengah kesibukan politik, Said Abdullah tak pernah melupakan akarnya yang religius. Ia menjabat Ketua DPC Majelis Muslimin Indonesia Kabupaten Sumenep pada 1984, dan hingga kini, komitmennya untuk memajukan pendidikan dasar agama di Sumenep tak pernah padam. Ini adalah sisi humanis dari seorang politisi: tetap merawat kepedulian pada spiritualitas dan pendidikan umat.

Meskipun pernah mencoba peruntungan sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur pada 2013-2018 bersama Bambang DH dan belum berhasil, kegagalan itu tak meredupkan semangatnya. Justru, ia menemukan panggung sejatinya di parlemen.

Lima Periode di Senayan: Suara Madura di Jantung Ibu Kota
Kiprah politik Said Abdullah mulai menanjak tajam ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2004. Ini bukanlah kebetulan, melainkan awal dari sebuah kepercayaan publik yang luar biasa. Ia berhasil menjabat selama lima periode berturut-turut: 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024, dan yang terbaru, 2024-2029.

Puncaknya, pada Pemilu 2024, Said Abdullah mencetak rekor nasional dengan perolehan suara fantastis: 528.815 suara dari daerah pemilihan Jawa Timur 11 (Madura). Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan manifestasi nyata dari ikatan batin yang kuat antara Said Abdullah dan masyarakat yang diwakilinya. Ini adalah bukti bahwa ketokohan, kinerja yang teruji, dan kedekatan emosional menjadi kunci utama dalam memenangkan hati rakyat.

Sebagai Ketua Banggar DPR RI dan anggota Komisi XI, tangan Said Abdullah kini memegang salah satu kunci penting dalam menentukan arah keuangan negara. Tugasnya adalah menetapkan dan membahas alokasi anggaran untuk setiap kementerian atau lembaga. Ini adalah posisi strategis yang membutuhkan kecermatan, integritas, dan visi jauh ke depan.

Kisah Said Abdullah adalah potret tentang seorang anak bangsa yang, dengan bekal ilmu, pengalaman, dan pengabdian tak putus, mampu mengukir jejak cemerlang di kancah politik nasional. Ia adalah suara Madura yang kini bergema di jantung ibu kota, memastikan bahwa aspirasi dari daerah tetap menjadi bagian integral dari setiap kebijakan negara. Sebuah inspirasi tentang bagaimana ketekunan dan dedikasi pada akhirnya akan menghasilkan kepercayaan yang tak terhingga dari rakyat.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *