Sinyal “Wangi” di Tengah Badai Teheran

Terbit: 12 Maret 2026 | 10:43 WIB

SURABAYA – Sektor energi domestik menunjukkan anomali positif di tengah fluktuasi tajam pasar minyak global yang dipicu oleh tensi geopolitik Iran. Meski pasar dunia sedang “berdarah”, deretan emiten minyak dan gas (migas) di Bursa Efek Indonesia justru mencatatkan performa impresif pada perdagangan Rabu pagi (11/3/2026), menjadi bukti daya tahan instrumen energi lokal menghadapi volatilitas eksternal.

Spekulasi Damai Trump dan “Banjir” Cadangan IEA

Bursa Efek Indonesia mencatat pergerakan masif pada pukul 09.21 WIB, di mana saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melesat 4,18 persen ke level Rp3.740, disusul anak usahanya PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang melonjak 6,57 persen. Tren hijau ini juga menjalar ke saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) yang mendaki 6,30 persen, serta kenaikan tipis pada emiten raksasa seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Namun, koreksi tipis masih membayangi PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang bergerak di zona merah.

Dalam perspektif Administrasi Publik dan Manajemen Risiko, volatilitas ini tak lepas dari manuver global yang dilakukan Badan Energi Internasional (IEA). Laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat terkait mengungkapkan adanya rencana pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah untuk meredam harga mentah. Volume pelepasan ini diprediksi melampaui angka 182 juta barel yang pernah digelontorkan negara-negara IEA pada 2022 silam.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh proyeksi politik dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya memprediksi bahwa konflik dengan Iran dapat segera berakhir dalam waktu dekat. Pernyataan ini sempat membuat kontrak minyak WTI dan Brent anjlok lebih dari 11 persen pada Selasa malam, menandai penurunan harian terdalam sejak empat tahun terakhir. Meski demikian, keputusan akhir IEA pada Rabu ini tetap menjadi variabel penentu (critical factor) yang akan mendikte arah harga energi global ke depan.

Editorial Note: Laporan pasar modal ini merupakan bentuk dedikasi kami dalam menyediakan data akurat bagi para pengambil keputusan di sektor energi. Redaksi Madura Expose memandang bahwa di setiap gejolak geopolitik, selalu ada celah efisiensi yang dapat dioptimalkan melalui pembacaan data yang jeli.

Ferry Arbania Executive Editor, Madura Expose Global Media

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Presiden Prabowo Tinjau Gudang Bulog Magelang: Stok 7.000 Ton Aman, Kualitas Jadi Harga Mati

Terbit: 20 April 2026 | 13:30 WIB MAGELANG, MaduraExpose.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/04/2026). Langkah strategis…

Ultimatum Manis Menkeu

Terbit: 15 April 2026 | 20:00 WIB JAKARTA – Kebijakan fiskal terkait industri hasil tembakau kembali memasuki babak krusial. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meluncurkan ultimatum strategis terhadap peredaran rokok…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *