RSUD Sumenep “Kecolongan”, Satu Pasien Covid-19 Menghilang

0
84
Humas Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH/Istimewa.

SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM– Seorang pasien berinisial HI yang dirawat di RUSD dr Moh.Anwar Sumenep kabur alias menghilang sejak Sabtu lalu, 5 Juli 2020, sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum kabur, pasien meminta agar dilakukan isolasi mandiri, namun tidak diperbolehkan karena berkaitan dengan penyebaran virus corona.

Dugaan sementara, pasien mengalami tekanan mental karena sudah empat hari menjalani perawatan medis di rumah sakit terbesar di Kabupaten Sumenep tersebut.

Informasi yang diperoleh wartawan dari bagian Humas RSUD dr. Moh. Anwar Arman Endika, menjelaskan kaburnya pasien covid-19 tersebut antara malam atau pagi hari saat observasi petugas medis terhadap pasien.

Pasien tersebut, jelas Arman masuk ketegori OTG atau Pasien Tanpa Gejala.
“Diketahui pasien menghilang, saat kegiatan pemeriksaan, ruang isolasi di buka. Pada saat itu pasien ini malah memanfaatkan kondisi itu,” terang Arman.

Arman mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencarian. Informasi yang diterimanya, sejak hari kejadian, pasien yang bersangkutan tidak berada di rumahnya.
Namun saat ditanya wartawan mengenai nomor pasien yang menghilang dari rumah sakit, Arman mengarahakan hal tersebut ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Saya tidak tahu pasien nomor berapa, yang tahu itu Dinkes Sumenep,” tutup Arman.
Sementara Agus Mulyono, Kepala Dinkes Sumenep, saat hendak diminta keterangan melalui telpon selulernya memilih bungkam, meski dari ujung ponselnya terdengar nada sambung.

Ditempat terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya membenarkan peristiwa hilangnya pasien corona berinisial HI dari RSUD dr Moh.Anwar Sumenep. Pihaknya menduga pasien sengaja memilih “kabur” karena mengalami stres menjalani menjalani perawatan medis.

“Sudah kami lakukan pelacakan. Pasien ini diduga depresi saat baru masuk rumah sakit hingga memilih untuk kabur dari pengawasan medis,” Ferdiansyah menjelaskan singkat kepada wartawan.

Editor: Ferry Arbania
Sumber: Dari berbagai sumber