Riska Amalia:BPJS Naik Rakyat Kecil Tercekik

0
153


Tak tanggung-tanggung, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan kelas Mandiri I naik 100 persen dari Rp 80.000  menjadi Rp160.000 per peserta per bulan mulai 1 Januari 2020 mendatang. Lalu, iuran kelas Mandiri II naik dari Rp 59.000 menjadi Rp110.000 per peserta per bulan. Kemudian, iuran kelas Mandiri III naik Rp16.500 dari Rp25.500 menjadi Rp 42.000 per peserta per bulan. Sebagaimana di lansir oleh tribunnews.com.

Usulan ini menuai protes dan penolakan dari banyak pihak, tidak hanya dari lembaga DPR, Riska Amalia Mokodompit  Ketua Umum IPPM pun, menyampaikan penolakannya. Saat di mintai tanggapan oleh awak media, Pemerintah dinilainya terkesan kurang peka dengan hajat hidup rakyat kecil.

“Ini bukti bahwa Pemerintahan Jokowi kurang pekah terhadap hajat hidup masyarakat kecil.  Pasalnya kenaikan BPJS tidak sepadanan dengan pendapatan masyarakat bawa saat ini. Jangankan mau bayar segitu mahalnya atau mau bayar dendanya, yang seharga kemarin itu saja banyak yang nunggak. Itu tanda masyarakat kita masih banyak yang kurang mampu dan perlu di bantu. Bukan diberi beban baru.” Ungkap Chika panggilan akrabnya.

Riska Amalia Mokodompit memandang rencana pemerintah menaikan iuran BPJS itu sangat melukai hati rakyat kecil.

“Jika alasan mengurangi defisit anggaran di BPJS, itu artinya masalahnya ada di BPJS, jangan bebani Rakyat kecil dengan masalah yang bersumber dari BPJS sendiri. Sebab itu melukai rakyat kecil.“Katanya.

Menurut Riska, menaikan iuran BPJS tidak menjamin  masalah defisit akan teratasi, bahkan kemungkinan besar jusru berpotensi menurunkan penerimaan BPJS.

(ip2)