Penyegaran Elite Parlemen: Muhammad Ashari Nakhodai Fraksi PKB DPRD Jatim, Nur Faizin Jadi Sekretaris

Terbit: 19 Februari 2026 | 09:19 WIB

SURABAYA, MaduraExpose.com – Dinamika politik di jantung parlemen Jawa Timur kembali menunjukkan geliat reorganisasi kekuatan. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai salah satu poros utama di DPRD Jatim, melakukan langkah strategis dengan melakukan penyegaran signifikan pada komposisi pimpinan fraksi.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim yang digelar Rabu (18/2/2026), diumumkan secara resmi transisi kepemimpinan hijau ini. Posisi Ketua Fraksi PKB yang sebelumnya dipegang oleh politisi senior Fauzan Fuadi, kini resmi diamanahkan kepada Muhammad Ashari.

Secara sosiologi politik, Fauzan Fuadi tidak benar-benar menepi; ia ditarik ke posisi strategis sebagai Penasihat Fraksi, memastikan keberlanjutan ideologi dan kebijakan partai tetap terjaga di lingkaran inti.

Kombinasi Senioritas dan Politisi Muda Potensial Penyegaran ini juga membawa angin segar dengan masuknya Nur Faizin, sosok politisi muda yang dikenal memiliki jaringan luas, sebagai Sekretaris Fraksi menggantikan Ahmad Tamim. Sementara itu, jabatan Bendahara kini dipercayakan kepada Salim Azhar yang menggantikan Siti Mukiyarti.

Langkah ini dibaca oleh pengamat sebagai upaya PKB meningkatkan bargaining position di hadapan eksekutif. Fauzan Fuadi menegaskan bahwa perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ini merupakan manifestasi dari kaderisasi partai yang matang.

“Penyegaran komposisi fraksi dilakukan agar performa kinerja program kerja tahun mendatang jauh lebih meningkat sebagai penyambung lidah rakyat,” ujar Fauzan dengan nada optimis.

Sinyal “Gebrakan” Kawal Periode Kedua Khofifah-Emil Muhammad Ashari, sebagai Ketua Fraksi yang baru, menyadari beratnya beban mandat di pundaknya. Ia mengakui soliditas yang dibangun Fauzan Fuadi menjadi modal besar bagi fraksi PKB untuk tetap menjadi “pemain utama” di Jawa Timur.

“Tinggal melanjutkan saja. Di PKB itu guyup rukun, Mas Fauzan terus mendukung saya. Kami akan meneruskan program-program yang sudah berjalan sangat baik,” kata politisi asal Dapil Nganjuk–Madiun tersebut.

Namun, Ashari tidak sekadar ingin menjadi penerus. Ia memberi sinyalemen politik yang kuat mengenai langkah strategis PKB di tahun pertama pemerintahan Khofifah-Emil periode kedua.

“Pasti kita akan membuat gebrakan, tunggu tanggal mainnya,” pungkas Ashari, melempar pesan diplomatis namun penuh teka-teki bagi para pesaing politiknya.

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *