Renovasi Pasar Lenteng Diduga Terjadi Pelanggaran HAM

Terbit: 22 September 2018 | 11:22 WIB

MADURA EXPOSE–Para pedagang di Pasar Lenteng Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur menangis soal renovasi bangunan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep.

Pasalnya, pihak Disprindag melalui pengelola pasar tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum bangunan dibongkar oleh kontraktor bahkan pihak Disprindag juga tidak menyediakan tempat sementara bagi para pedagang.

Hal itu terbukti pada saat team Aliansi Jurnalis Madura (AJM) melakukan investigasi langsung ke pasar Lenteng, dimana sejumlah pedagang banyak yang mengeluh bahkan ada yang menangis atas perlakuan pihak pengelola pasar yang semena-mena menyuruh para pedagang untuk mengosongkan tokonya dengan tenggang waktu yang cukup singkat.

“Hari Sabtu sore kepala pasar datang kepada saya supaya toko segera di kosongkan paling lambat Senin harus kosong, ” Kata Hj. Murni saat di wawancarai oleh team awak media Rabu (19/09) sambil terisak tangis.

Lebih lanjut, Hj. Murni juga menuturkan, pihak pengelola pasar menyuruh para pedagang mencari lokasi sendiri di bagian belakang pasar, bahkan untuk tempat berjualan sementara pihak pengelola pasar menyuruh untuk membanhunnya sampai renovasi pasar selesai.

“Setelah saya tanya kepada kepala pasar mau pindah kemana, kepala pasar malah menyuruh mencari lokasi sendiri di bagian belakang pasar lalu menyuruh saya untuk membangun sebuah warung, ” Tutur Hj, Murni di warung barunya.

Pengakuan Hj. Murni dalam pembangunan kios sementara itu sampai menghabiskan dana hampir satu juta rupiah. Padahal seharusnya pihak Disprindag melalui pengelola pasar harus menyediakan tempat bagi para pedagang.

“Meskipun tempat ini kecil, saya menghabiskan dana hampir sepuluh juta rupiah untuk membangun warung sementara ini, ” ngakunya.

Sementara sampai berita ini di terbitkan pihak pengelola pasar belum bisa di mintai keterangan secara detail, sebab ketika team awak media mendatangi kantor pengelola pasar untuk melakukan upaya konfirmasi, kepala pasar lenteng (Rasid) sedang tidak ada di tempat.

“Bapak Rasid gak ada, lagi di pasar rubaru mas, kembali saja besok, ” Kata petugas kebersihan kepada team awak media. (Hil/sap/tim/ajm).

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *