Rekrutmen Panwascam Sumenep Rawan Digugat

Terbit: 17 Oktober 2017 | 07:08 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Hasil tes tulis rekrutmen anggota Panwascam Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diselenggarakan Kamis (5/10/2017) lalu resmi diumumkan, Minggu (15/10) kemarin.

Berdasarkan berita acara rapat pleno panitia pengawas pemilihan umum Kabupaten Sumenep nomor 13/BA.BAWASLU-PROV.JI-26/X/2017, menyisakan spekulasi dari berbagai kalangan.

Hambali Rasidi, Ketua IKA UINSA Koorda Sumenep dalam rilis ke sejumlah media mengatakan, hasil tes dinilai tidak transparan.

Indikasinya, dari pengumuman yang dinyatakan lulus tes tulis, tidak ada keterangan berdasar apa. Termasuk enam peserta tiap kecamatan yang dinyatakan lulus.

Harusnya, panitia Rekrutmen mencantumkan nilai atau hasil tes tulis peserta sebagai acuan yang dinyatakan lulus dan tidak.

“Karena sudah begini, muncul kesan rekrutmen panwascam Sumenep tak transparan,” ujarnya, Senin (16/10).

Mestinya, lanjut Hambali, panitia mengumumkan seluruh hasil tes, baik yang lulus lebih-lebih mereka yang dinyatakan gagal masuk ditahapan berikutnya.

“Boleh dong saya menafsiri atau menduga, jangan-jangan yang dinyatakan lulus sudah berdasar titipan,” imbuhnya.

Ditambahkan, kalau kerja anggota Panwaskab Sumenep profesional, bersikaplah transparan, seluruh pihak yang berpartisipasi baik langsung maupun sekedar mengamati bisa puas.

“Biar ratusan peserta tes tulis puas atas hasil yang diumumkan, sejak kemarin saja, saya banyak menerima aduan dari peserta rekrutmen panwascam,” jelasnya.

Hambali pun menuding, beberapa peserta yang lulus seleksi tes tulis memiliki hubungan pertemanan dan kekeluargaan dengan sejumlah komisioner Panwaskab Sumenep.

“Indikator ini mengundang kecurigaan setelah pengumuman hasil tes tulis tidak transparan, ini real dilapangan,” imbuh dia.

Untuk itu, mantan aktivis PMII Surabaya ini berencana berkirim surat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu Jatim tentang temuan diatas.

“Saya menunggu hasil finalnya dulu. Saya berharap, surat yang akan kami layangkan ke DKPP dan Bawaslu Jatim bisa menjadi bahan evaluasi atas kinerja panwaskab Sumenep. Sehingga pelaksanaan pesta demokrasi benar diawasi secara serius,” tegasnya.

Lebih jauh, tiga nama yang akan lulus di masing-masing kecamatan pun sudah terdengar dan santer jadi bahan pembicaraan.

“Sebelumnya sudah terdengar siapa saja yg akan diterima tiga orang ditiap kecamatan sebagai anggota panwascam. ini saya akan buktikan nama nama yang beredar nanti,” tukasnya.

Ketua Panwaskab Sumenep, Hosnan Hermawan saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telepon pribadinya berkali-kali tidak aktif.

Tidak cukup sampai disitu, saat media ini mencoba mengkonfirmasi ke komisioner yang lain Imam Wahyudi, telepon pribadinya juga tidak bisa dihubungi.

(Pai/Far/Fer)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *