Rekor MURI Bendera Terpanjang di Jatim

Terbit: 15 Agustus 2025 | 05:00 WIB

SURABAYA Madura Expose– Geliat semarak menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 digaungkan oleh para pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur dengan cara yang unik dan penuh makna.

 

Ribuan murid berkolaborasi dalam sebuah acara monumental untuk menjahit sendiri bentangan bendera Merah Putih terpanjang secara massal, sebuah simbol kebersamaan dan cinta Tanah Air yang mendalam.

 

 

Dipusatkan di SMK Negeri 8 Surabaya pada Rabu (13/8), kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh ribuan pelajar, tetapi juga disemarakkan oleh kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dengan penuh semangat, Gubernur Khofifah turut serta menjahit dua helai kain merah dan putih, menyatukan benang dan semangat perjuangan para pahlawan dengan generasi penerus bangsa.

 

 

“Ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-80 RI di tahun 2025 ini. Kita mengajak para murid SLB, SMK, dan SMA Double Track untuk menjahit bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme pelajar,” ujar Gubernur Khofifah.

 

 

Semangat yang membara ini terbukti dari capaian luar biasa. Dari target awal 8.000 meter yang akan dijahit oleh 8.000 murid dan guru, kini penjahitan telah mencapai 15.463,5 meter. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga pengumpulan pada 14 Agustus mendatang, dengan optimisme memecahkan Rekor MURI.

 

 

Gubernur Khofifah menyebut, semangat para pelajar ini adalah bukti nyata bahwa nasionalisme tidak mengenal batasan usia atau bentuk. Ia lantas mengenang sejarah perjuangan, di mana bendera pertama kali dijahit oleh Ibu Fatmawati.

“Maka, murid-murid ini adalah Fatmawati-Fatmawati kecil,” ucapnya penuh haru.

 

 

Di SMK Negeri 8 Surabaya, para murid jurusan Tata Busana dengan terampil menjahit bendera berukuran 120 x 180 cm. Mereka ditargetkan menyelesaikan bentangan sepanjang 100 meter, menunjukkan kontribusi nyata dalam perayaan akbar ini.

 

“Mereka bisa menjadi bagian dari penguat nasionalisme, penguat untuk merayakan Kemerdekaan ke-80 tahun 2025 ini,” tambahnya.

 

 

Kegiatan ini tidak hanya berpusat di Surabaya, namun juga menyatukan semangat dari seluruh penjuru Jawa Timur. Melalui sambungan daring, Gubernur Khofifah menyapa beberapa sekolah lain, termasuk SMAN Sapeken Sumenep di Madura yang juga turut serta dengan menjahit bendera sepanjang 100 meter, sebuah dedikasi yang membuat Gubernur terharu.

 

 

Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai menuturkan, patriotisme dan nasionalisme Gen Z dan Alpha di Jawa Timur terbukti luar biasa. Hal ini membantah pandangan bahwa mereka kurang peduli terhadap bangsanya.

 

 

“Ini berarti ada semangat luar biasa yang nilai-nilai kebangsaannya itu muncul pada anak-anak kita,” tegas Aries, penuh harap agar semangat ini terus berlanjut.

 

 

Bendera Merah Putih terpanjang ini rencananya akan dikibarkan pada 17 Agustus 2025, sebagai simbol kebanggaan dan persatuan, menandai 80 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. [pnj/gim/dbs]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *